Pemerintah apresiasi peran Agen Perubahan reformasi birokrasi

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengapresiasi peran Agen Perubahan dalam mengakselerasi reformasi birokrasi, inovasi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Terima kasih atas kinerja saudara-saudari Agen Perubahan tahun 2021, yang telah berinovasi sesuai rencana aksi masing-masing. Agen Perubahan yang terpilih sudah melalui proses serta mekanisme seleksi yang jelas,” kata Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso pada acara Penyerahan Penghargaan Agen Perubahan Tahun 2021 dan Kick-Off Agenda Reformasi Birokrasi Tahun 2022 di Jakarta, Jumat.

Reformasi birokrasi merupakan upaya mencapai tata kelola yang baik (good governance), melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. Untuk mengakselerasi hal tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian setiap tahun menunjuk agen Agen Perubahan Reformasi Birokrasi pada masing-masing unit kerja dan berperan sebagai roda penggerak perubahan.

Selama 2021, masing-masing Agen Perubahan telah mengusung beberapa program inovasi, di antaranya yakni pembentukan tim jejaring yang memutakhirkan data atau informasi strategis yang menjadi lingkup koordinasi tugasnya melalui sistem berbasis jaringan, percepatan inklusi keuangan dan Kredit Usaha Rakyat melalui Program One Pesantren One Product (OPOP), dan pembuatan sharing storage (Big Data) dengan memanfaatkan unlimited cloud Google Drive.

Sesmenko Susiwijono juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting untuk mengapresiasi pencapaian atau hasil inovasi dari para Agen Perubahan Reformasi Birokrasi 2021 sekaligus menyukseskan agenda Reformasi Birokrasi di 2022.

“Saya juga mengapresiasi apa yang sudah kita upayakan bersama untuk meningkatkan nilai Reformasi Birokrasi di Kemenko Perekonomian, sehingga berhasil mencapai nilai Indeks Reformasi Birokrasi 77,95 (dari target 78) dengan kategori BB pada 2021,” ujarnya.

Nilai Reformasi Birokrasi tersebut naik sebesar 1,32 poin dibandingkan tahun 2020 yaitu 76,63.

Lebih lanjut Susiwijono menyampaikan Kemenko Perekonomian harus menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi dari Kementerian PANRB berdasarkan hasil evaluasi di 2021. Selain itu, Tim Reformasi Birokrasi Kemenko Perekonomian juga harus mendorong peran Agen Perubahan agar bisa memberikan inovasi yang lebih baik lagi pada unit kerja masing-masing di tahun ini.

“Masih ada nilai yang perlu ditingkatkan, sehingga perlu disiapkan program-program untuk mendorong hal tersebut dari setiap unit kerja,” kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel