Pemerintah-Badan Anggaran DPR Sepakati RAPBN 2013

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI menyepakati draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013 untuk segera mendapatkan pengesahan menjadi Undang-Undang pada rapat paripurna yang menurut rencana berlangsung Selasa (23/10).

"Pembahasan tingkat pertama sudah disetujui, besok siap ke paripurna," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo seusai menghadiri rapat kerja pembahasan RAPBN 2013 dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Senin malam.

Menkeu menjelaskan pendapatan negara pada 2013 disepakati pada kisaran Rp1.529 triliun dan belanja negara ditetapkan Rp1.683 triliun, dengan demikian defisit ditetapkan sebesar 1,65 persen dari PDB.

Ia juga mengatakan penerimaan perpajakan ditargetkan sebesar Rp1.121,6 triliun dengan tax ratio 12,87 persen dan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp332 triliun.

"Catatan tentang penerimaan perpajakan adalah pemerintah terus diminta menerapkan bea keluar batubara dan renegosiasi royalti perusahaan tambang," ujar Menkeu.

Kemudian Pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI menyepakati belanja barang Rp166,98 triliun, belanja pegawai Rp241,1 triliun, belanja modal Rp216,54 triliun dan belanja lain-lain Rp19,98 triliun.


Menkeu melanjutkan subsidi energi ditetapkan Rp274,78 triliun yang terdiri atas subsidi BBM Rp193,8 triliun dan subsidi listrik Rp80,9 triliun serta subsidi non energi Rp42,4 triliun.

"Pada 2013, pemerintah dipastikan akan melakukan penyesuaian harga listrik sebesar 15 persen dan penghematan dari subsidi listrik tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp11,8 triliun," ujar Menkeu.

Terkait perjalanan dinas Kementerian Lembaga, pemerintah memastikan untuk memotong anggaran perjalanan dinas sebesar Rp2,9 triliun yang akan dialokasikan kepada belanja modal.

Dalam kesempatan itu, asumsi makro pada RAPBN 2013 disepakati pertumbuhan ekonomi 6,8 persen, laju inflasi 4,9 persen, nilai tukar Rp9.300, suku bunga SPN 3 bulan 5 persen, harga ICP minyak 100 dolar AS per barel, lifting minyak 900 ribu barel per hari, dan lifting gas 1,36 juta barel setara minyak per hari. (jk)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.