Pemerintah Bakal Bangun Jalur Layang Kereta Api di Solo

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berencana membangun sejumlah jalur layang (elevated) kereta api di Kota Solo. Ini dilakukan untuk mengurai kemacetan di persimpangan jalan raya dan rel kereta yang kerap terjadi di Surakarta.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI untuk mengatasi kemacetan di persimpangan antara rel kereta dan jalan raya.

"Kami sedikit demi sedikit, bertahap, menyiapkan satu bidang persimpangan antara jalan dan kereta api. Kita akan kerjakan nanti dengan PT KAI, Kementerian Perhubungan, kita akan koordinasi apakah kita bikin underpass ataukah dengan elevated kereta api," jelasnya dalam acara peresmian Flyover Purwosari di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (13/2/2021).

"Semuanya dilakukan untuk memindahkan persimpangan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya," Menteri Basuki menekankan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY Satrio Sugeng Prayitno menyampaikan, pihaknya tengah memproses dua titik jalur kereta layang di daerah Gilingan dan Joglo.

"Yang sedang kita proses itu yang di daerah Joglo, tapi keretanya yang naik. Kita nata di bawahnya. Kalau ke atas KAI," terang Satrio kepada Liputan6.com.

"Satu lagi rencana yang di Masjid Raya di Gilingan. Itu kita tata lagi karena rel keretanya naik, kita rapikan lagi jalanannya yang selama ini banjir," tambahnya.

Satrio menerangkan, proyek jalur layang kereta ini akan dilakukan beriringan dengan pembuatan underpass untuk jalan raya. Menurut dia, pengerjaanya nanti butuh penyesuaian agar tidak menimbulkan banjir yang kerap menggenangi sejumlah wilayah di Kota Solo.

"Kalau yang elevated kereta api Solo tadi ada di Kementerian Perhubungan. Yang underpass Gilingan juga itu lead sektornya di Kementerian Perhubungan. Kita hanya menyesuaikan saja," ujar dia.

Pemerintah Resmikan Flyover Purwosari di Solo

Pemerintah meresmikan Jalan Layang (Flyover) Purwosari di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu 13 Februari 2021. (dok: Maulandy)
Pemerintah meresmikan Jalan Layang (Flyover) Purwosari di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu 13 Februari 2021. (dok: Maulandy)

Pemerintah meresmikan Jalan Layang (Flyover) Purwosari di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu 13 Februari 2021.

Prosesi peresmian dilakukan oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan turut disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, dan Dirut PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito.

Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, masyarakat Solo dan pengguna jalan sudah langsung bisa melewati Flyover Purwosari pasca diresmikan.

"Mulai hari ini juga sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghilangkan dan mengurai kemacetan yang ada karena (perlintasan) kereta api (di sekitar Stasiun Purwosari)," kata Menteri Basuki di Solo, Sabtu (13/2/2021).

Menteri Basuki menjelaskan, konstruksi Flyover Purwosari turut menggunakan mortar busa sehingga lebih cepat dan murah. Teknologi ini disebutnya juga telah digunakan untuk pembangunan jalan layang lain seperti di Antapani, Bandung.

"Jadi busa yang bisa mengapung ringan sehingga ini bisa lebih cepat dan harganya lebih murah," terangnya.

Sebagai informasi, pembangunan Flyover Purwosari dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan nilai anggaran sekitar Rp 114,181 miliar. Jembatan layang ini memiliki panjang 198 meter, dengan jumlah 4 bentang dan lebar lajur 2x3,5 meter.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: