Pemerintah Bangun 30 Rumah Khusus Nelayan di Konawe Utara

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong para nelayan di kawasan pesisir Indonesia untuk tinggal di rumah khusus (rusus).

Salah satu rusus nelayan yang dibangun berada di Desa Laimeo, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara sebanyak 30 unit dengan anggaran senilai Rp 3,6 miliar.

"Salah satu target pembangunan rumah khusus adalah para nelayan. Kami membangun rumah khusus bagi nelayan yang membutuhkan hunian yang layak untuk kelangsungan hidup mereka dan tempat yang nyaman untuk keluarganya," ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tenggara, Hujurat dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2020).

Hujurat menerangkan, pembangunan rusus nelayan tersebut dibangun SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Utara pada 2019 lalu.

Pembangunan rusus ini bertujuan agar para nelayan yang tinggal di kawasan pesisir dapat menempati hunian yang laik sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan perekonomiannya.

"Kami berharap para nelayan beserta keluarganya yang menempati hunian Rusus tersebut dapat merawat rumah ini dan memperhatikan kebersihan di kawasan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat. Para nelayan bisa fokus melaut karena keluarganya sudah menempati Rusus yang layak huni," katanya.

 

Tipe 28

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah menjadi salah satu primadona bagi Pemda untuk meningkatkan kualitas RTLH masyarakat di daerah.

Sebagai informasi, rusus nelayan untuk para nelayan tersebut dibangun di atas lahan seluas satu hektar milik Pemerintah Desa Laimeo. Lokasi pembangunan berada di Desa Laimeo, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara sebanyak 30 unit dengan tipe 28.

Menurut Hujurat, lokasi rusus yang berada di kawasan pesisir pantai memudahkan nelayan untuk pergi melaut. Dia menerangkan, waktu pembangunan rusus nelayan ini berlangsung sekitar 6 bulan.

"Total anggaran pembangunan Rusus ini senilai Rp 3,6 miliar. Para nelayan dan keluarganya juga telah menghuni Rusus ini sejak awal tahun 2020 lalu," tandasnya.