Pemerintah bangun ketahanan petani tebu melalui investasi di PTPN Grup

·Bacaan 2 menit

Pemerintah membangun ketahanan petani tebu melalui investasi guna memenuhi kebutuhan modal kerja (operational expenditure) dan menjaga kesinambungan pelaksanaan investasi (capital expenditure) PTPN Grup.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI, menyalurkan dana senilai Rp4 triliun kepada Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berdasarkan PP 43 Tahun 2020 mengenai investasi pemerintah untuk memperoleh manfaat ekonomi dan sosial.

“Dukungan pemerintah dan LPEI kepada PTPN Grup membuat perusahaan lebih leluasa dalam melakukan ekspansi,” kata Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Abdul Ghani menyampaikan bahwa salah satu anak usaha PTPN Grup yakni PTPN X melalui Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo telah mampu mengawali musim giling di tahun 2021 dan akan segera diikuti oleh delapan pabrik gula lainnya. PG Ngadiredjo akan menggiling tebu sebanyak 732.615 ton dengan rendemen 8,25 persen dan memproduksi gula sebesar 60.538 ton.

“Dana PEN senilai Rp192 miliar telah disalurkan kepada PTPN X, dan akan kami manfaatkan seoptimal mungkin untuk peningkatan kinerja PTPN X khususnya di komoditas gula,” ujar Direktur PTPN X, Aris Toharisman.

Dana tersebut, kata dia, salah satunya untuk perluasan areal (peremajaan tanaman), pembibitan, pembangunan sarana irigasi, dan menekan down time pabrik.

Hingga 30 April 2021, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI telah mencairkan investasi pemerintah kepada PTPN III sebesar Rp627 miliar.

LPEI sebagai pelaksana investasi yang dimandatkan pemerintah untuk memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap pemanfaatan dana tersebut oleh PTPN Grup, memiliki perhatian tersendiri terhadap dampak ekonomi atas penyaluran pembiayaan yang diberikan.

“Kami mendukung pemerintah untuk melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam bentuk investasi pemerintah. Kami juga ingin memastikan bahwa investasi pemerintah akan memberikan dampak ganda bagi kesejahteraan para petani gula dan tebu,” kata Direktur Pelaksana I LPEI, Dikdik Yustandi.

Berdasarkan kajian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB), jumlah penyerapan tenaga kerja atas aktivitas debitur LPEI termasuk supply chain debitur LPEI dari hulu hingga ke hilir secara total sebesar 49 orang per Rp1 miliar. Dampak sosial dan ekonomi termasuk kesejahteraan para petani pada program Investasi Pemerintah ini juga akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah, LPEI dan juga PTPN.

Selain itu, berdasarkan kajian yang disusun oleh IPB, PTPN III, dan LPEI, Investasi Pemerintah kepada PTPN III memiliki sejumlah potensi manfaat ekonomi dan sosial diantaranya adalah penciptaan lapangan kerja dan penurunan tingkat kemiskinan nasional.

Estimasinya sepanjang tahun 2020-2029 terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja sebesar 36 persen. Sementara tingkat kemiskinan nasional berpotensi menurun secara bertahap yaitu sekitar 1 hingga 2,5 persen pada periode yang sama.

Baca juga: PTPN III proyeksikan produksi gula capai 1,8 juta ton pada 2024
Baca juga: PTPN VII salurkan pinjaman untuk petani di Lampung Selatan
Baca juga: Giling tebu lingkup PTPN X dimulai dari PG Ngadiredjo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel