Pemerintah Bantu Rp 500 Ribu untuk Sewa Rumah Bagi Pengungsi Banjir NTT

·Bacaan 1 menit
Kepala BNPB Doni Monardo melakukan peninjauan pasca bencana banjir bandang melanda Kabupaten Lembata, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/4/2021). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak banjir bandang untuk mengungsi ke rumah sanak keluarga mereka. Hal ini demi meminimalisir penularan Covid-19 di tempat-tempat pengungsian.

Doni menyebut pemerintah akan membantu uang sewa sebesar Rp 500 ribu per bulan per keluarga untuk tinggal di rumah sanak keluarga mereka.

"Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi resiko Covid-19 dengan menggunakan dana kehunian untuk menyewa rumah keluarga terdekat sebesar Rp 500 ribu per bulan," kata Doni dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/5/2021).

Hingga Selasa (6/4/2021) pukul 20.00 WIB tercatat sudah ada 117 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 76 orang masih hilang.

Kemudian tercatat 2.019 kepala keluarga atau 8.424 warga mengungsi, serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak.

Kirim 6 Helikopter

BNPB akan mengirimkan sebanyak enam unit helikopter ke lokasi bencana. Pasalnya masih banyak daerah yang belum bisa dijangkau transportasi darat maupun laut.

"Sehingga membutuhkan transportasi udara. Satu hari terakhir ini cuaca sudah semakin baik, dan kita harapkan besok sudah semakin cerah sehingga daerah yang terisolir akan bisa segera mendapatkan bantuan," harapnya.

Untuk bantuan logistik, kata Doni selama dua hari terakhir sudah didatangkan dari Jakarta, Surabaya dan Makassar.

"Sebagian besar sudah terdistribusi ke beberapa daerah terdampak, terutama di Adonara, Lembata dan Alor," papar dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: