Pemerintah berharap tambak udang bisa jadi andalan Provinsi Sulut

Edy Sujatmiko

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berharap tambak udang bisa menjadi andalan bagi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) karena potensinya masih bisa ditingkatkan lagi

"Kita berharap pengembangan tambak udang akan menjadi andalan Sulut," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Manado, Jumat.

Ia menjelaskan, nantinya potensi tambak di provinsi ini harus ditingkatkan lagi produksinya melalui intensifikasi.

“Ke depannya tambak-tambak rakyat harus kita intensifikasi karena umumnya tambak rakyat kita itu rata-rata produksinya satu ton, dua ton, kan tidak produktif," kata Menteri Edhy.

Baca juga: KKP kaji budi daya ikan tuna di Teluk Tomini Sulteng

Untuk itu, Menteri KKP juga akan membantu para petambak tradisional melalui anggaran di KKP.

“Di Sulut banyak juga tambak-tambak yang dulu dibangun tapi masih sifatnya tradisional. Ke depan kita akan bangun ini secara intensif dan kami sudah sampaikan ke pak Gubernur dan pak Gubernur sangat setuju sekali," ujarnya.

Masyarakat yang akan mengembangkan tambak udang, kata Menteri, tak perlu lahan luas, cukup satu hektare dapat dibagi lima keluarga.

"Mereka bisa mendapatkan bantuan dana badan layanan umum KKP. Kalau KUR (kredit usaha rakyat) belum bisa kita jangkau, lewat BLU KKP kita bisa mudah karena memang bank ada aturan-aturan khusus dan kita nggak bisa ubah cara mereka,” paparnya.

Baca juga: Menteri Edhy sebut potensi perikanan Sulut besar

Selanjutnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengapresiasi perhatian pemerintah pusat untuk pengembangan sektor perikanan yang berdampak pada terus bertambahnya jumlah investasi di bidang ini.

Gubernur Sulut ke-13 ini menyebut rencana pemerintah provinsi membantu petambak meningkatkan volume penjualan dengan menjadikan udang sebagai oleh-oleh bagi turis mancanegara yang berlibur di Sulut.

“Kita bikin program satu kelompok misalnya dapat tiga tambak sehingga bisa bermanfaat. Selama ini udang kita beli dari Makassar, mudah-mudahan bukan kita beli lagi, malah kita sudah bisa ekspor lewat oleh-oleh turis ketika mereka pulang ke daerahnya,” ujar Olly.

Baca juga: KKP beri kemudahan perizinan kapal nelayan Sulut