Pemerintah Bidik 500 Ribu UMKM Produk Artisan Hadir di Platform Digital

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menargetkan 30 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia terhubung ke ekosistem digital pada 2023. Untuk mencapainya, diharapkan 500 ribu UMKM produk artisan menggunakan platform digital setiap bulan.

"Tranformasi digitalisasi UMKM akan terus kita dorong. Diharapkan 500 ribu UMKM produk artisan on boarding digital setiap bulannya. Ini target ambisius, tapi kalau kerja sama bisa kita lampaui," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki, dalam acara pembukaan "UKM Jabar Paten" pada Sabtu (3/4/2021).

Dijelaskannya, jumlah UMKM yang menggunakan platform digital terus mengalami pertumbuhan. Saat ini tercatat sebanyak 12 juta UMKM menggunakan platform digital, atau lebih dari 19 persen dari total 64 juta pelaku UMKM di Indonesia.

"Padahal pada awal 2020 baru 8 juta atau 12 persen, jadi terjadi peningkatan yang luar biasa," sambungnya.

Kendati demikian, Teten menekankan bahwa UMKM sebaiknya tidak hanya sekadar hadir di platform digital. Ada beberapa hal lain yang harus terus ditingkatkan yaitu dari sisi literasi digital, pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan produksi, dan kualitas.

"Semuanya harus terus kita kawal. Oleh karena itu, ratusan rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada April ini tidak hanya fokus di aspek hilir pemasaran, tapi jg mengulas total hingga ke hulu aspek SDM dan aspek bisnis," ungkap Teten.

Kampanye Gerakan Nasional BBI dan Bangga Berwisata Indonesia (BWI) pada April 2021 difokuskan di wilayah Jawa Barat dengan tagline UMKM Jabar Paten. Sebanyak 15 ribu UMKM terpilih akan terlibat dalam acara ini.

Pemerintah Telah Salurkan BLT UMKM Rp 6,2 Triliun hingga 31 Maret 2021

Pameran produk UMKM asal Banten di MaxxBox Lippo Village, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.  (dok: Pramita)
Pameran produk UMKM asal Banten di MaxxBox Lippo Village, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. (dok: Pramita)

Menteri Kooperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, pemerintah telah menyalurkan dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sebesar Rp 6,2 triliun hingga 31 Maret 2021. Penyaluran BLT UMKM tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Hingga 31 Maret 2021, BPUM tahun 2021 telah tersalurkan kepada 5,2 juta usaha mikro dengan nilai Rp 6,29 triliun," jelas Teten dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI terkait Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), dikutip dari Antara, Kamis (1/4/2021).

Jumlah BLT yang disalurkan kepada pelaku usaha mikro tersebut diberikan dari total keseluruhan 9,8 juta calon penerima BPUM pada 2021. Setiap pelaku usaha mikro akan mendapatkan dana sebesar Rp 1,2 juta, jumlah tersebut menurun dibandingkan besaran BLT yang diberikan pada 2020 sebesar Rp 2,4 juta.

Jumlah penerima BLT UMKM juga berkurang dibandingkan total penerima pada 2020 yang sebanyak 12 juta orang menjadi 9,8 juta pelaku usaha mikro.

Menteri Koperasi dan UKM mengemukakan pengurangan jumlah penerima BLT UMKM tersebut dikarenakan kendala anggaran pemerintah.

Namun Teten menyebut Kementerian Koperasi dan UKM tengah mengupayakan tambahan penerima BLT UMKM sebanyak 3 juta orang.

"Sebenarnya 9,8 juta itu masih jauh dari cukup. Sebenarnya yang mengajukan ke kantor kami bisa lebih besar, karena itu kami mohon bantuan untuk mengagendakan kepada Kementerian Keuangan untuk menambah menjadi 12 juta lagi berikutnya karena masih banyak yang belum menerima," kata Teten.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: