Pemerintah buka akses jalan daerah terpencil di wilayah Maybrat

Pemerintah daerah kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, membuka akses jalan yang menghubungkan kampung-kampung di Distrik Mare Selatan guna menekan tingginya biaya transportasi masyarakat.

Bupati Maybrat Bernhard E. Rondonuwu di Maybrat, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan alat berat untuk memulai pembangunan dengan mendapatkan jaminan keamanan masyarakat setempat.

Dia mengatakan bahwa pembangunan akses jalan di Distrik Mare Selatan tersebut guna pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kabupaten Maybrat.

Selain itu, guna memperlancar transportasi dengan menekan biayanya yang saat ini kemahalan. Masyarakat di wilayah terpencil seperti wilayah Mare yang hendak ke ibukota harus menyewa kendaraan hingga Rp6 juta.

Karena itu, tambah Bupati, pemerintah hadir untuk menjawab kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan membuka akses jalan agar transportasi lancar dapat mengurangi biayanya serta ekonomi masyarakat membaik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maybrat, Theopilus Yaam yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa akses jalan yang dibuka untuk menghubungkan kampung-kampung di Distrik Mare Selatan sepanjang sembilan kilometer.

Dia mengatakan bahwa tahap pekerjaan pembangunan tahun ini adalah pembukaan jalan dan pengerasan struktur jalan. Sedangkan pengaspalan jalan dilakukan pada penganggaran 2023.

Dia mengatakan bahwa pembangunan jalan ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menjawab kesulitan transportasi yang dialami oleh masyarakat setempat.

"Masyarakat dari wilayah Mare menuju ke ibukota kabupaten untuk mengurus administrasi kependudukan harus menyewa mobil double gardan atau tenaga super seharga Rp3 juta pergi dan Rp3 juta pulang. Sehingga pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat menekan mahal transportasi," ujarnya.

Baca juga: Alumni FK Uncen bakti sosial pelayanan kesehatan di Maybrat

Baca juga: Untuk mutu pendidikan, 44 guru PPPK di Maybrat-Papua Barat diterima