Pemerintah dalami usulan Talaud jadi wilayah percontohan ekonomi

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) Febry Calvin Tetelepta mengatakan pemerintah akan mendalami usulan Bupati Kepulauan Talaud agar wilayahnya menjadi percontohan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi di perbatasan laut.

"Pemerintah akan mendalami usulan ini," tutur Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) Febry Calvin Tetelepta saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Wilayah Perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (9/4).

Febry menyampaikan, Presiden Joko Widodo telah mewujudkan pusat ekonomi baru di perbatasan darat melalui konsep Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kalimantan, Papua dan Nusa Tenggara Timur. Hal serupa, kata dia, bisa diikuti Kabupaten Talaud yang berbatasan langsung dengan pusat perikanan Kota General Santos, Filipina.

"Maka harus kita optimalkan untuk kesejahteraan masyarakat," jelas Febry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Wilayah Perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud tersebut dihadiri perwakilan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, serta BUMN. Beberapa di antaranya pejabat dan perwakilan dari 21 Kementerian/Lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Ini menunjukkan bahwa negara serius untuk menghadirkan kesempatan yang sama bagi masyarakat perbatasan dalam mengakses kesejahteraan," ungkap Febry.

Tenaga Ahli Utama KSP Alan Frendy Koropitan yang hadir dalam kesempatan itu mengajak semua pihak fokus kepada tujuan mewujudkan pertumbuhan ekonomi di perbatasan laut ini.

"Jangan terbatas dengan regulasi yang sudah ada. Terobosan-terobosan yang solutif dan telah menjadi karakter Presiden Jokowi lah yang harus kita konsepkan," ujar Alan.

Bupati Kabupaten Talaud Elly Engelbert Lasu memaparkan konsep penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi di perbatasan laut. Salah satunya mengenai rencana yang terukur dan kerja nyata dengan melibatkan akademisi Universitas Sam Ratulangi untuk menyiapkan konsep pengembangan daerah.

Elly juga menyebutkan masyarakat secara aktif mempersilakan lahannya untuk pembangunan sarana prasarana penunjang ekonomi.

"Ekonomi kita akan terpengaruh cepat ketika kita membuka hubungan ekonomi langsung dengan Filipina secara keseluruhan," kata Elly.


Baca juga: Program OVOI percepat pengembangan wilayah perbatasan di Malra
Baca juga: Komputer untuk PKBM Mustika di perbatasan Indonesia-Malaysia
Baca juga: Kementerian PUPR siap bangun 100 rumah khusus di perbatasan Belu NTT