Pemerintah Didorong Genjot Program Langit Biru, BBM RON Rendah Bahaya

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berbagai studi menyebutkan, polusi udara yang dihasilkan dari bahan bakar minyak atau BBM yang tak ramah lingkungan, rendah oktan, punya dampak buruk kepada masyarakat. Hal itu menjadi perhatian apalagi masyarakat memiliki hak yang harus dipenuhi sebagai konsumen.

Karena itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menegaskan, langkah Pemerintah mendorong Program Langit Biru, yakni mendorong BBM ramah lingkungan perlu didukung. Caranya, dengan dengan mengurangi distribusi dan penjualan jenis BBM yang tidak ramah lingkungan, yaitu BBM beroktan (RON) rendah.

"Karena bagaimana pun itu (BBM ramah lingkungan) membuat lingkungan lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat," tegas tulus dikutip dari keterangannya, Selasa 4 Mei 2021.

Baca juga: Anindya Bakrie Siap Bawa Kadin Bangkitkan UMKM

Apalagi menurut Tulus, penghapusan BBM tidak ramah lingkungan seperti premium sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk mengurangi emisi karbon. Upaya itu harus didukung penuh sehingga dapat terwujud bila tak didukung maka sulit tercapai.

"Pengurangan emisi karbon akan sulit tercapai jika masyarakat masih dominan menggunakan BBM yang tidak ramah lingkungan," ujarnya.

Saat ini diketahui lanjut Tulus, Pemerintah Pusat telah menetapkan premium hanya berlaku di luar Pulau Jawa. Komitmen itu menurutnya harus dikawal sehingga pelaksanaannya bisa maksimal.

"Tinggal komitmen saja pelaksanaannya bagaimana," ujar dia.

Lebih lanjut menurut Tulus, jika premium tidak dihapus, ibu kota akan tenggelam oleh polusi. Karena penyebab tingginya polusi udara tinggi karena masih banyak penggunaan BBM oktan rendah.

"Mestinya Pemerintah satu suara mencari solusi yang terbaik," ujar dia.

Sementara itu, ahli kesehatan lingkungan Budi Hartono menyebutkan, polusi udara dari BBM Ron rendah tercipta dari pembakaran tidak sempurna dalam ruang bakar yang mengakibatkan peningkatan emisi.

Berbagai penyakit kronis pun lanjutnya mengintai karena itu. Akibat dari akumulasi polutan yang masuk ke tubuh akan memengaruhi metabolisme tubuh.

"Kebanyakan hal tersebut berdampak pada gangguan pernapasan seperti ISPA. Tak cuma itu, ada lebih banyak penyakit turunan yang berpotensi besar menyerang masyarakat dengan kualitas udara buruk. Di antaranya, masalah paru, jantung, tekanan darah, dan stroke," ungkap dia.

Selain itu, polusi udara bisa mengakibatkan terjadinya kelainan perilaku, lahir dengan berat rendah, prematur, serta kematian janin. Bahkan, saking bahayanya BBM Ron rendah, bisa mengancam pengguna mobil pribadi ber-AC dengan kaca tertutup.

"Masih bisa masuk ke mobil. Ada partikel tertentu yang tetap masih bisa masuk ke kendaraan," kata dia.