Pemerintah Diminta Bikin SPBU Khusus Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah diharapkan dapat membuat model pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi secara khusus agar bisa lebih tepat sasaran. Mengingat, penyaluran BBM subsidi belum tepat sasaran, bahkan sebagian besar masih dinikmati orang kaya.

"Pemerintah harus menarik seluruh bbm bersubsidi di SPBU dan membuat SPBU Khusus BBM bersubsidi agar penyalahgunaan dan kebocoran anggaran BBM bersubsidi dapat terselesaikan dan tepat sasaran," kata Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama di Jakarta, Rabu (9/11).

Dia menjelaskan, pihak industri yang paling banyak menikmati subsidi BBM dibanding rumah tangga miskin. Menurut catatanya, sebanyak 89 persen solar dinikmati dunia usaha, sedangkan 11 persen lainnya dinikmati oleh rumah tangga.

"Dari data total segmen rumah tangga, ternyata 95 persen (BBM subsidi) dinikmati rumah tangga mampu dan hanya 5 persen yang dinikmati rumah tangga miskin (petani dan nelayan)," jelasnya.

Sementara untuk pertalite sebaliknya, 14 persen dinikmati dunia usaha dan sebagian besar dinikmati oleh rumah tangga yakni 86 persen. "Dari segmen rumah tangga, sebanyak 80% dinikmati rumah tangga mampu dan hanya 20% yang dinikmati rumah tangga miskin. Dengan demikian, kurang lebih 80% subsidi BBM 'dirampok' oleh golongan yang tidak berhak," katanya.

Terlebih lagi, kuota BBM subsidi jenis pertalite yang stoknya terbatas. Kuota penyaluran Pertalite mencapai 23,05 juta KL pada 2022 dan Kuota ini diprediksi oleh Kemenkeu RI akan habis pada akhir 2022.

Sementara itu, untuk Solar, kuotanya sebesar 15,10 juta KL pada tahun ini. Adapun, proyeksi konsumsi solar sebanyak 17,44 juta KL atau 115% dari total kuota dan akan habis pada akhir 2022", jelas Haris.

Menurutnya, kendala penyaluran subsidi tepat sasaran terletak pada masalah data, sehingga pemerintah diminta memperbaiki tata kelola data tersebut. Salah satu caranya dengan memperkuat fungsi Pertamina sebagai pengelola tunggal subsidi BBM.

"Pemerintah harus perkuat fungsi Pertamina dengan cara BBM bersubsidi hanya di kelola satu pintu dan mendukung pelaksanaan subsidi tepat melalui MyPertamina untuk mencegah penyimpangan bbm bersubsidi dan mudah melakukan pengawasan BBM bersubsidi", jelas Haris. [azz]