Pemerintah Diminta Gerak Cepat Genjot Ekonomi Hijau, Begini Caranya

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo menegaskan, dalam jangka ke depannya, Indonesia harus mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam mengembangkan green product dan green economy atau ekonomi hijau.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah diminta segera membuat kebijakan yang berpihak pada implementasi ekonomi hijau. Hal ini mendesak karena di masa pandemi, ekonomi hijau bisa menjadi salah satu solusi mengatasi krisis.

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengungkapkan, selain baik untuk kelestarian lingkungan, ekonomi hijau memiliki peluang lainnya yaitu menciptakan lapangan kerja baru di yang sesuai dengan prinsip tersebut atau green jobs.

Baca juga: Mendag Lutfi Sebut Ada Predator Harga di E-Commerce Indonesia

"Pemerintah melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada green jobs," ujar Rahmad dikutip dari keterangannya, Kamis 25 Februari 2021.

Rahmad menjelaskan, green jobs membuka peluang usaha yang membantu melindungi ekosistem, mengurangi atau mencegah pembuatan segala bentuk limbah dan polusi. Kemudian, mengurangi energi, materi, dan konsumsi air melalui strategi yang memiliki tingkat efisiensi tinggi.

Meski demikian dia menyadari, penciptaan green jobs tidak hanya menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Perlu kerja sama dari berbagai pihak seperti pelaku usaha dan masyarakat.

"Perlu keasadaran bersama terkait pentingnya melindungi dan melestarikan lingkungan untuk terciptanya green jobs ini," ucapnya.

Karena itu, pandemi COVID-19 merupakan momentum yang tepat untuk beralih ke ekonomi yang ramah lingkungan (green growth). Sehingga dapat pula mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

"Saya kira SDGs merupakan tindak lanjut dari Millennium Development Goals (MDGs), dan pandemi ini menjadi momentum baik karena berkurangnya hiruk-pikuk pergerakan manusia," ujar dia.

Lebih lanjut menurutnya, Pemerintah harus terus menggalakkan dan menyosialisasikan mengenai ekonomi hijau maupun green jobs. Agar kesadaran masyarakat akan tujuan utama ekonomi hijau dapat terwujud.

"Kalau tidak ada edukasi, sosialisasi, dan kesadaran bahwa lingkungan harus kita rawat bersama, maka semua akan percuma," jelasnya.

Selain itu, Rahmad menilai bahwa pemberian insentif bagi pelaku usaha maupun investor juga bisa menjadi salah satu kebijakan dalam mempercepat terwujudnya green economy maupun green jobs. Sebab ada daya tarik tersendiri yang menjadi nilai tambah pelaku usaha.

"Bisa intensif fiskal atau administrasi. Dengan kemudahan investasi, saya kira bisa menjadi daya tarik investor di bidang green jobs ini," jelas Rahmad.

Sementara itu, Ekonom Senior Indef Didik J. Rachbini berpendapat, green jobs merupakan suatu respons atas penurunan kualitas lingkungan dan massifnya eksploitasi lingkungan. Karena itu, hal ini jadi pekerjaan rumah Pemerintah yang harus diselesaikan.

"Isu lingkingan hidup kurang kuat karena kampus, media dan civil society kurang kuat membahasnya sehingga tidak banyak dorongan untuk itu," jelasnya.

Guna mendorong penciptaan green jobs, menurut Didik, ada beberapa hal yang harus dilakukan Pemerintah. Namun yang paling penting adalah menggalakkan isu lingkungan hidup ke masyarakat dan implementasinya dalam aktivitas green jobs.

Terlepas dari sejumlah hal tersebut lanjut Didik, yang perlu dilakukan Pemerintah untuk dapat berlari kencang mewujudkan ekonomi hijau adalah memaksimalkan APBN.

"Tingkatkan juga peranan daerah serta penghargaan kepada insustru dan swasta yang menjalankan green jobs," tutupnya.