Pemerintah diminta perketat perbatasan cegah gelombang kedua COVID

Subagyo

Anggota DPR RI Marwan Jafar meminta pemerintah untuk memperketat pintu masuk perbatasan antar negara guna mencegah terjadinya gelombang kedua penyebaran COVID-19 di Indonesia.

“Sebab, titik-titik dan kawasan itu sangat potensial sebagai pemicu baru, penyebab awal terkait penularan atau penyebaran virus Corona,” kata Anggota DPR RI Marwan Jafar dalam keterangannya, Jumat.

Sebelumnya Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memroyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi atau minus hingga 3,9 persen jika gelombang kedua terjadi di Indonesia.

Oleh karena itu, Marwan berharap Pemerintah termasuk sejumlah kementerian dan lembaga terkait agar benar-benar memperketat beberapa lokasi pintu masuk orang dan wilayah perbatasan negara.

“Pemerintah harus mewaspadai pintu-pintu masuk di bandar udara besar seperti Soekarno-Hatta di Jakarta, di Bali, Surabaya Medan, Makasar, Manado, Yogyakarta, dan sebagainya. Termasuk gerbang masuk di sejumlah pelabuhan besar laut dan beberapa garis perbatasan di daratan,” katanya.

Pemeriksaan ketat kepada para pengguna atau penumpang berbagai moda transportasi ini kata dia, harus benar-benar sesuai dan ekstra ketat menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Jangan sampai kita kecolongan adanya kasus, kelompok atau klaster baru COVID-19 dari lokasi-lokasi transit vital tersebut," kata Mantan Ketua Fraksi PKB di DPR ini.

Ia menambahkan, langkah pengetatan di pintu masuk bandar udara dan pelabuhan laut sebagai langkah mendasar antisipasi, harus dilakukan dengan peningkatan kerja sama antara manajemen keduanya dengan kantor-kantor kesehatan pelabuhan (KKP), rumah sakit terdekat, serta TNI/Polri.

”Memperketat pengawasan sebelum orang-orang memasuki kawasan adalah antisipasi jitu yang wajib dilakukan," kata mantan Menteri Desa-PDTT itu.


Baca juga: Pintu perbatasan Indonesia-Timor Leste dibuka sesuai keperluan

Baca juga: Cegah COVID-19, pintu batas RI-Malaysia Jagoi Babang resmi ditutup

Baca juga: Pemerintah waspadai potensi wabah COVID-19 gelombang kedua