Pemerintah Diminta Segera Rilis Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac

Daurina Lestari, Eka Permadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pertengahan bulan Januari ini pemerintah akan mulai melakukan vaksinasi COVID-19. Namun saat ini beredar berbagai isu negatif terkait bahan vaksin Sinovak yang akan digunakan, seperti mengandung borax dan sebagainya, dan sudah dibantah oleh Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19.

Meski begitu Ketua Tim COVID-19 Fraksi PKS DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah segera memberikan penjelasan resmi hasil uji klinis tahap ketiga Sinovac. Hal ini penting agar masyarakat tidak panik.

"Isu beredar melalui pesan percakapan tersebut dapat membuat masyarakat bingung, panik bahkan bisa tidak percaya terhadap pemerintah. Saat ini info melalui aplikasi komunikasi di handphone sangat cepat beredar. Jika tidak segera ditangani, hal ini berpotensi mengancam keberhasilan program vaksinasi," kata Netty melalui keterangan tertulis, Minggu 3 Januari 2021.

Menurut Netty, pemerintah harus membangun kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi melalui komunikasi publik yang antisipatif. Karena isu negatif di masyarakat bisa terus muncul sejak awal pembahasan vaksin.

Baca juga: Anies Perpanjang PSBB Transisi di DKI Hingga 17 Januari 2021

"Sejak awal isu vaksin diangkat, telah menimbulkan pro kontra yang menyebabkan keraguan publik. Oleh karena itu, Pemerintah harus segera mengumumkan hasil uji klinis Sinovac secara transparan, akuntabel, dan penuh kejujuran. Jangan ada yang ditutupi apapun hasil uji klinis tersebut,” ujarnya.

Selain itu ia berharap pemerintah juga memiliki kemampuan membangun komunikasi publik yang antisipatif, cepat dan akurat. “Jangan sampai masyarakat lebih percaya pada info yang diperoleh melalui media sosial," ucapnya.

Selain itu pemerintah juga harus menjelaskan kepada publik tentang informasi vaksin yang diklaim sebagai hoaks, serta pembuktian dari pemerintah secara kasat mata bahwa vaksin yang didatangkan bukan yang terpampang dalam foto dan berita hoaks yang beredar.

“Jangan sampai terjadi hal yang sama seperti Pasal-pasal RUU Ciptaker, di mana pemerintah membantah bahwa itu hoaks, akhirnya timbul kegaduhan tanpa ada penjelasan lebih lanjut dari pemerintah" tegasnya.

Netty juga meminta BPOM dan LPOM MUI agar segera menyelesaikan pekerjaannya. Sehingga vaksin bisa digunakan dan masyarakat percaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah aman.

“Saya ingatkan bahwa dijanjikan hasil uji klinis diterima pada akhir Desember atau awal Januari. Segera umumkan tingkat keampuhan, material yang terkandung, efek samping yang mungkin timbul, serta kehalalan vaksin Sinovac dan vaksin lain yang sedang dalam masa uji klinis," katanya.