Pemerintah Diminta Tak Bangun Kereta di IKN Pakai APBN, ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menyoroti, rencana layanan perkeretaapian yang ada di kawasan IKN Nusantara.

Rencananya, wilayah IKN Nusantara nantinya bakal memiliki empat layanan kereta, mulai dari kereta gantung, kereta perkotaan, kereta antar kota, dan kereta Trans Kalimantan.

Djoko lantas menyarankan pembangunan proyek kereta tersebut bisa diserahkan kepada investor. Itu agar anggaran pemerintah bisa lebih fokus untuk pembangunan infrastruktur inti.

"Pembangunan perkeretaapian di kawasan IKN Nusantara dapat ditawarkan pada sejumlah investor dalam maupun luar negeri untuk meminimalkan penggunaan APBN," saran Djoko lewat pernyataan tertulis, Sabtu (30/7).

Mengutip lampiran Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, Djoko menyebut konektivitas kereta api regional, penilaian pada tingkat konsep mengenai potensi koridor kereta api dari Balikpapan ke IKN Nusantara telah mempertimbangkan beberapa aspek.

Pertimbangan Pembangunan Kereta

kereta
kereta.jpg

"Pertama, pertimbangan lingkungan, sosial, dan rekayasa teknis. Alinyemen koridor pada tingkat konsep telah disempurnakan untuk menghindari atau memitigasi kendala lingkungan dan sosial," terangnya.

Kedua, konektivitas sistem transit menghubungkan pelabuhan, bandar udara (bandara), Kota Balikpapan, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kawasan Ibu Kota Negara (KIKN), dan Kawasan Pengembangan Ibu Kota Negara (KPIKN) untuk mengintegrasikan pusat-pusat kegiatan di tiga kota.

Ketiga, selain konektivitas rel kereta api, konsep rel juga mencakup konektivitas rel regional untuk transportasi barang antara gerbang utama, seperti pelabuhan dengan kawasan industri.

"Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah merancang sejumlah jalur kereta api yang akan dibangun di kawasan Ibu Kota Negara sesuai kebutuhan mobilitas orang dan barang," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel