Pemerintah Diminta Tak Bergantung Pada Kenaikan Harga Komoditas

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto meminta pemerintah tidak terlena atas kenaikan harga sejumlah komoditas unggulan Indonesia akibat pandemi Covid-19 dan ketegangan perang antara Rusia dan Ukraina.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), batu bara, hingga nikel.

Menurutnya, tren kenaikan harga komoditas sendiri bersifat sementara. Sehingga, pemerintah diminta tidak hanya menggantungkan penerimaan negara dari kenaikan komoditas unggulan Indonesia.

"Sebagai negara pengekspor komoditas primer ya kita mungkin sekarang seneng. Tapi kita harus inget bahwa booming komoditas tidak lama," ujarnya dalam webinar Evaluasi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2022, Rabu (11/5).

Eko menyarankan, sebaiknya pemerintah tetap fokus mendorong hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah. Sebab, Indonesia dinilai masih bergantung terhadap komoditas primer mentah dalam hal penerimaan negara.

"Oleh karena itu, perlu di dorong industrialisasi berorientasi ekspor produk-produk bernilai tambah tinggi," tekannya.

Selain itu, Eko juga mendesak pemerintah untuk serius meningkatkan iklim investasi bagi investor asing maupun domestik. Hal ini demi menggenjot realisasi investasi di Tanah Air. "Seperti mempercepat proses perizinan, tata kelola dan lain sebagainya," tutup Eko. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel