Pemerintah Disarankan Pisahkan Dana Pensiun PNS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam mengatakan Pemerintah perlu memisahkan dana pensiunan PNS dan pensiunan non PNS.

"Selama ini publik tahunya biaya pegawai 100 persen dinikmati oleh PNS padahal sebesar 30 persen dialokasikan untuk dana pensiun termasuk untuk pensiunan DPR, menteri, dirjen, " kata Latif saat dihubungi di Jakarta, Selasa (28/8).

Menurut latif hal tersebut tidak adil karena DPR dengan PNS tentu memiliki masa kerja yang berbeda. "Itu tidak adil karena dana pensiun PNS yang masa kerjanya puluhan tahun harus disamakan dengan DPR yang hanya 5 tahun," kata latif.

Oleh karena itu Latif berharap agar alokasi dana pensiun tersebut dapat dipisahkan. Selain itu dia mengatakan sebaiknya dana pensiun dapat di diberikan kepada pensiunan secara sekaligus disesuaikan dengan masa kerja pegawai.

Hal tersebut menurut Latif lebih efisien agar dapat digunakan sebagai modal usaha. "Kita asumsikan uang pensiunan yang diterima secara sekaligus tersebut bisa digunakan sebagai modal," katanya.

Besarnya anggaran untuk belanja pegawai tercermin dalam RAPBN 2013 mencapai Rp 241,12 triliun, atau 14,54 persen dari total belanja negara sebesar Rp 1.657,9 triliun. Belanja pegawai pada 2013 itu meningkat 13,6 persen dari belanja pegawai tahun ini yang mencapai Rp 212,26 triliun.

Dia menambahkan memang dana pensiun merupakan bentuk apresiasi negara terhadap mantan pegawai namun hal tersebut sebaiknya tidak secara permanen terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.