Pemerintah dokumentasikan kinerja APBN hadapi pandemi lewat buku

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mendokumentasikan upaya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta kinerja APBN dan APBD dalam menghadapi pandemi COVID-19 melalui penerbitan Buku PEN.

“Menjadi suatu dokumentasi mengenai apa yang dilakukan Pemerintah, apa yang kita jalankan dan bagaimana hasilnya,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara usai menghadiri Soft Launching Buku PEN dan Kuliah Umum di Universitas Nusa Cendana di Kupang, NTT, Kamis.

Wamenkeu Suahasil menyampaikan bahwa buku berjudul “Keeping Indonesia Safe From the COVID-19 Pandemic” tersebut merupakan hasil kombinasi antara Kementerian Keuangan, lembaga penelitian, lembaga internasional dan kementerian lainnya. Melalui soft launching tersebut, Suahasil berharap para civitas akademika dan kelompok pemikir yang ada di Kupang mampu melihat dan memberikan masukan terkait kebijakan yang perlu di ambil Pemerintah di masa mendatang.

“Kita mengharapkan ini kemudian bisa menimbulkan antusiasme daripada civitas akademika dan kelompok pemikir yang ada di Kupang untuk melihat apa yang harus dilakukan ke depan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Staf Khusus Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Regional Chandra Fajri Ananda menyampaikan bahwa Buku PEN terdiri dari 17 chapter dan diskusi yang dilaksanakan di Kupang membahas chapter 1-3. Pada chapter 1, dibahas mengenai upaya, strategi dan tantangan yang dihadapi pemerintah untuk membantu UMKM tetap bertahan dan berkembang selama pandemi COVID-19.

Chapter 2, kita mempresentasikan soal UMKM, bagaimana pembiayaan kepada UMKM untuk membuka seluas-luasnya mereka bisa mengakses sumber pembiayaan sehingga mereka bisa survive,” sebutnya.

Sedangkan untuk chapter 3, membahas mengenai reaksi Pemerintah Daerah dalam mengelola dana yang telah disediakan Pemerintah Pusat untuk menangani pandemi COVID-19. Buku tersebut juga memuat sejumlah saran untuk Pemerintah Daerah dalam membangun ekonomi daerah di masa mendatang.

“Kita akan berlanjut series ke beberapa wilayah di Indonesia dan kita akan mempresentasikan sebagian dari chapter itu," kata Chandra.

Secara lebih rinci, chapter di Buku PEN turut mengelaborasi mengenai pandemi yang berdampak kepada ekonomi secara makro, membahas respons Pemerintah terkait kondisi makro ekonomi. Kemudian pendapatan negara setelah adanya pandemi, upaya Pemerintah untuk melakukan financing terhadap kebutuhan yang membengkak.

Selain juga membahas mengenai aspek human capital selama pandemi termasuk intervensi pemerintah dalam mengatasi masalah SDM hingga membahas cara kerja baru yang timbul karena pandemi COVID-19.

Baca juga: Kadin nilai ekonomi Indonesia masih jadi yang terbaik setelah pandemi
Baca juga: KLHK sebut kinerja pemanfaatan hutan tumbuh positif meski pandemi
Baca juga: Pertamina cetak kinerja unggul saat pandemi tahun kedua