Pemerintah Dongkrak Konsumsi Biodiesel  

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati. Hal ini menyusul peningkatan kadar campuran bahan bakar nabati wajib dalam bahan bakar minyak.

"Nanti akan diatur bahwa BBN yang digunakan wajib dari dalam negeri. Karena peningkatan kadar ini salah satu tujuannya mengurangi impor," kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, ketika ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2013.

Rencananya, revisi Peraturan Menteri itu akan terbit pada akhir Agustus 2013 atau awal September 2013. Rida mengatakan, kebijakan ini akan mendatangkan setidaknya tiga manfaat bagi Indonesia. Pertama, mengurangi tekanan pada defisit neraca perdagangan karena berkurangnya impor. Kedua, manfaat dari segi lingkungan karena emisi BBN lebih sedikit daripada BBM. "Selain itu, membuka pasar baru bagi produsen biodiesel. Apalagi di saat sekarang harga biodiesel dunia juga sedang melemah," kata Rida.

Rida mengatakan, kewajiban pencampuran BBN 10 persen akan mengurangi impor bahan bakar minyak 100 ribu barel atau 15.800 kiloliter minyak per hari. Rida mengatakan, untuk saat ini, penggunaan ini akan lebih ditekankan kepada biodiesel. "Sekarang ini yang barangnya ada, infrastrukturnya siap, dan harganya sesuai, ya, biodiesel," kata Rida.

Menurut Rida, Pertamina telah menyampaikan kesiapannya untuk segera menerapkan peningkatan ini. Saat ini, menurut dia, kadar pencampuran biodiesel telah mencapai 7,5 persen. Angka ini melampaui target Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2008 yang mewajibkan campuran biodiesel 5 persen untuk transportasi bahan bakar bersubsidi.

"Nanti ada sanksi buat badan usaha yang tidak melakukan. Mulai dari pemberian surat peringatan, pembekuan izin, sampai pencabutan izin usaha," kata Rida.

BERNADETTE CHRISTINA

Berita Terpopuler:

Warga Penolak Lurah Susan Juga Akan Demo Jokowi

Duit US$ 100 Terselip di Buku Pledoi Djoko Susilo

Jokowi Siap Jadi Mediator Keraton Solo, Tapi...

Demo Lurah Susan Digerakkan Dua Tokoh Ini

Loch Ness Tertangkap Kamera Fotografer Amatir

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...