Pemerintah dorong ekonomi berkelanjutan di sektor kehutanan

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan terus mendorong pengembangan ekonomi berkelanjutan di sektor kehutanan sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Pemerintah akan terus mendorong pembangunan yang berkelanjutan secara nasional dan global sesuai target RPJMN dan Sustainable Development Goals (SDGs),” katanya dalam acara Peluncuran APRIL2030 secara daring di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Pembangunan daerah berkelanjutan perlu dukungan insentif

Airlangga menekankan bahwa dalam mencapai ekonomi berkelanjutan di sektor kehutanan sesuai target RPJMN 2020-2024 dibutuhkan kerja sama dan sinergi antar-stakeholder dengan mengedepankan tiga isu utama.

Isu pertama adalah perubahan iklim yaitu stakeholder berperan aktif dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, mendorong pembangunan yang ramah lingkungan, dan fokus pada program pembangunan rendah karbon.

Isu kedua adalah perlindungan dan pelestarian lingkungan sehingga diharapkan dapat mendorong reduced impact logging, perlindungan biodiversity dan pengelolaan kawasan konservasi termasuk ekosistem gambut.

Kemudian juga pengembangan inovasi produk kehutanan ramah lingkungan, sertifikasi produk kehutanan lestari, serta antisipasi pencegahan kebakaran dan lahan.

Isu ketiga adalah mengenai pemberdayaan masyarakat kehutanan dengan melibatkan masyarakat dalam program perhutanan sosial termasuk skema pengembangan hutan adat dan hutan desa.

Selain itu, juga dengan mendorong kesempatan dan pemerataan kerja bagi masyarakat baik di dalam maupun di sekitar hutan yang telah sejalan dengan upaya pencapaian tujuan perhutanan sosial dalam UU Cipta Kerja.

“Saya sampaikan juga bahwa dengan visi, target, serta lima Prakarsa Konkret atau Immediate Actions dari APRIL2030 diharapkan kelestarian lingkungan dapat terus dijaga,” tegasnya.

Airlangga berharap kinerja yang baik ini dapat di scale-up menjadi model pengelolaan industri kehutanan dan dikembangkan oleh perusahaan swasta lainnya dalam industri kehutanan secara berkelanjutan.

“Sehingga dapat bersinergi dengan pemerintah dan secara kumulatif akan mendorong pencapaian target pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurut Airlangga, melalui sinergi dari berbagai stakeholder turut membantu momentum pemulihan ekonomi domestik yang saat ini telah terjaga dengan baik.

“Peluncuran target Visi APRIL2030 ini sejalan dengan semangat UU Cipta Kerja khususnya pelibatan masyarakat dalam program perhutanan sosial serta mendorong kesempatan dan pemerataan kerja bagi masyarakat sekitar hutan,” jelasnya.

Baca juga: Uni Eropa-Indonesia perkuat komitmen pengembangan ekonomi hijau
Baca juga: RI pelopori ekonomi kelautan berkelanjutan dunia saat pandemi COVID-19