Pemerintah dorong hulu migas tingkatkan kapasitas penyangga IKN

Pemerintah mendorong kontribusi industri hulu minyak dan gas bumi melalui Forum Kapasitas Nasional, dapat meningkatkan kapasitas penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Peningkatan kapasitas penyangga ibu kota negara yang baru sejalan dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan masa depan ibu kota negara yang baru," kata Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dalam diskusi Forum Kapasitas Nasional II di Jakarta, Kamis.

Billy memandang Forum Kapasitas Nasional mampu mendorong peningkatan rantai pasok barang dan jasa produksi dalam negeri, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal.

Menurutnya, hal itu juga selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo terkait peningkatan daya saing produk Indonesia dengan Gerakan Bangga Buatan Indonesia.

Ia berharap seluruh operator migas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dapat menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui konsep creating shield value, di mana terjadi kolaborasi melalui fasilitas dan insentif oleh pemerintah secara langsung.

Menurutnya, prinsip pembangunan berkelanjutan bisa mendorong program pembangunan berkelanjutan di masyarakat dengan meningkatnya pasokan barang dan jasa serta tenaga kerja di industri hulu migas.

Forum Kapasitas Nasional merupakan perhelatan yang digagas SKK Migas untuk mendongkrak kemampuan industri nasional dalam mendukung kegiatan hulu migas.

Forum itu menjadi ajang pameran bagi pelaku usaha dan industri penunjang dalam negeri untuk menunjukkan kemampuan mereka agar dapat diserap industri hulu migas.

Pada hari pertama (27/7), Forum Kapasitas Nasional II dibuka oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Dalam sesi diskusi, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi mengatakan Kota Balikpapan bisa menjadi contoh sebuah kota dibangun dari aktivitas migas.

Jika dirunut sejarahnya, Balikpapan berkembang sejak ditemukannya ladang minyak pada abad ke-19. Perkembangan Balikpapan tak lepas dari aktivitas migas serta berbagai industri penunjang yang memberikan dampak berganda bagi sektor-sektor lain, seperti perhotelan, pariwisata, kuliner, transportasi, logistik serta berbagai turunannya.

“Bahkan bisa dikatakan sektor-sektor penunjang tumbuh berkat berkembangnya kemampuan dan kapasitas orang-orang di dalamnya,” kata Erwin.

Selain diskusi kelompok terarah, Forum Kapasitas Nasional II juga memfasilitasi kerja sama antara KKKS, penyedia barang dan jasa, serta UMKM binaan.

Pada pelaksanaan hari pertama berlangsung ada dua penandatanganan nota kesepahaman, yakni kerja sama Medco Energi dengan ALP Petro Industry, serta kerja sama Petrochina dengan PT Luas Birus Utama.

Pada hari kedua (28/7), ada juga penandatanganan kerja sama antara Medco Energi dengan UMKM Bebek Songkem yang mengembangkan franchise kuliner, serta penandatangan kerja sama antara PT Luas Birus Utama dan PT Berkah Hidup Syukur.

Erwin menambahkan terjalinnya kerja sama di antara KKKS, penyedia barang dan jasa, serta UMKM di Forum Kapasitas Nasional ini menunjukkan bahwa forum yang digagas SKK Migas ini menjadi wadah business match making atau biro jodoh bagi para pelaku usaha penunjang industri hulu migas dalam negeri.

Forum Kapasitas Nasional II 2022 diikuti oleh 28 operator migas KKKS, 68 perusahaan penyedia barang dan jasa, serta 45 UMKM binaan KKKS di seluruh Indonesia.


Baca juga: DPR saran RI jalin kerja sama internasional garap migas Blok Andaman
Baca juga: Pertamina klaim telah mengebor 350 sumur migas di Blok Rokan
Baca juga: SKK Migas: 348 sumur pengembangan telah dibor pada semester I 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel