Pemerintah dorong industri terapkan efisiensi energi

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah serius untuk mengemas kebijakan yang tepat dalam mengakomodasi dan mendorong industri untuk menerapkan efisiensi energi.


Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan beberapa program efisiensi energi yang telah diterapkan pemerintah mulai dari sektor pembangkit listrik, penerapan sistem manajemen energi untuk gedung perkantoran, bandara, industri, program konversi motor listrik sektor transportasi serta instalasi jaringan gas rumah tangga.

"Pemerintah juga tengah meningkatkan efisiensi peralatan elektronik sekaligus meningkatkan perkembangan industri. Kami percaya bahwa efisiensi energi dan ekosistem industri adalah bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi kami," kata Arifin dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Kementerian ESDM menilai sistem manajemen energi merupakan kebijakan efisiensi energi yang paling efektif di Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui aplikasi Sistem Informasi Konservasi Energi (Sinergi) bagi sektor industri.

Aplikasi Sinergi merupakan one stop shop untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna energi untuk mengakses informasi terkait konservasi energi dan efisiensi energi yang diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi siapa saja yang ingin mengimplementasikan langkah-langkah efisiensi energi dan konservasi energi baik di industri, bangunan gedung, transportasi maupun di rumah tangga.

Menteri Arifin menyampaikan bahwa peningkatan kesadaran publik dan partisipasi, serta kesadaran global menjadi upaya dalam menghadapi tantangan implementasi efisiensi energi di Indonesia.

Menurutnya, implementasi efisiensi energi sejalan dengan program transisi energi. Hal ini sekaligus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri karena semakin besar upaya melakukan transisi energi, maka semakin efisien juga penggunaan energi.

"Ini adalah langkah global yang merupakan tujuan bersama dan membutuhkan dukungan semua pihak tidak hanya pemerintah tetapi juga pemangku kepentingan, sektor swasta, industri, dan masyarakat," pungkas Arifin.

Pemerintah telah menetapkan target penurunan konsumsi energi final sebesar 17 persen pada tahun 2025 dan penurunan intensitas energi 1,0 persen per tahun hingga tahun 2025.

Selain itu, terdapat potensi penghematan energi yang cukup besar yang berkisar antara 10 persen sampai 30 persen baik di sektor industri, transportasi, komersil, dan rumah tangga.

Baca juga: PLN tingkatkan efisiensi pembangkit listrik Jawa-Bali
Baca juga: PGN pasok gas bumi ke PT Garam, dongkrak efisiensi energi 30 persen
Baca juga: Pengembangan teknologi EBT harus didorong dukung efisiensi energi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel