Pemerintah dorong investasi makanan dengan standar pengolahan tinggi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Pemerintah mendorong investasi pada sektor industri makanan dan minuman dengan menerapkan standar tertinggi dalam pengelolaan limbah dan konservasi air, mengurangi konsumsi listrik dan air, serta memaksimalkan efektivitas pemurnian air limbah.

Hal tersebut disampaikan Menko Airlangga secara virtual dalam pembukaan pabrik pengolahan jagung basah (corn wet mill plant) Cargill di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Kamis.

“Mengingat pentingnya sektor industri makanan dan minuman terhadap perekonomian nasional, pada kesempatan ini saya mengapresiasi manajemen Cargill yang telah merealisasikan pembangunan pabrik corn wet mill plant di Pasuruan, Jawa Timur, senilai 100 juta dolar AS atau Rp1,3 triliun,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Investasi tersebut, lanjutnya, diharapkan memperkaya daya saing industri makanan dan minuman serta mampu meningkatkan pengolahan pati dan pemanis di dalam negeri.

Menko Airlangga mengatakan bahwa produk pati dan pemanis berbahan dasar jagung tersebut telah menjadi produk ekspor unggulan ke lebih dari 40 negara antara lain Jepang, Australia, Filipina, India, dan Mesir dengan nilai ekspor lebih dari 150 juta dolar AS per tahun.

Pengembangan pabrik corn wet milling di Cargill sendiri telah mengadopsi dan menerapkan prinsip-prinsip industri 4.0. Proses otomatisasi dan sistem robotika juga telah dioptimalkan untuk diterapkan, terutama dalam proses produksi dan pengemasan.

“Pemerintah terus menjamin ketersediaan bahan baku dari pasar domestik maupun global agar investasi semacam ini terus berkembang dan dapat bersaing di pasar global,” ujarnya.

Lebih lanjut Airlangga mengapresiasi Cargill yang tetap melanjutkan realisasi investasi meskipun menghadapi tantangan yang sulit akibat pandemi COVID-19. Selain juga mengapresiasi Cargill yang telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan pemeriksaan COVID-19 kepada seluruh pekerja, 4,7 juta jam kerja tanpa kecelakaan atau zero accident dan telah membuka lapangan pekerjaan untuk 4.000 tenaga kerja lokal.

“Saya berharap, Cargill dapat terus mendorong industri makanan dan minuman untuk kebutuhan masyarakat Indonesia,” tutur dia.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud yang hadir secara fisik dalam kesempatan tersebut menggaris bawahi bahwa kemitraan yang terjalin dengan baik antara Pemerintah dan pihak swasta menjadi penentu tumbuhnya industri. Untuk itu, Pemerintah mengapresiasi Cargill yang selalu menjalin komunikasi yang baik kepada Pemerintah dengan memberikan informasi terkini dan perkembangan terkait komoditas-komoditas pangan global.

“Saya sampaikan juga bahwa Pemerintah Pusat mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten. Saya yakin terbangunnya industri ini tidak terlepas dari dukungan yang besar dari Pemerintah Daerah,” ucap Deputi Musdhalifah.

Baca juga: Pemerintah dorong investasi industri makanan minuman libatkan UMKM

Baca juga: ASEAN perlu investasi "smart farming" untuk dukung ketahanan pangan