Pemerintah dorong masyarakat daftar Beasiswa Pendidikan Indonesia

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Dr Abdul Kahar MPd mengatakan pihaknya mendorong agar masyarakat segera mendaftar Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

“Hingga saat ini jumlah pendaftar yang submit belum mencapai kuota. Untuk itu, kami mendorong agar masyarakat segera mendaftar BPI ini, khususnya beasiswa dalam negeri yang akan berakhir 31 Juli mendatang,” ujar Abdul Kahar di Jakarta, Rabu.

BPI merupakan beasiswa kerja sama Kemendikbudristek bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa tersebut diperuntukkan untuk empat segmen yakni beasiswa bagi para dosen, beasiswa untuk guru, pelaku budaya, dan beasiswa bagi siswa maupun mahasiswa yang berprestasi.

Baca juga: ITPLN Berikan Beasiswa Gratis Biaya Kuliah Sampai Lulus

Beasiswa yang diberikan mulai jenjang S1, S2 dan S3 baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pendaftaran untuk beasiswa luar negeri akan ditutup pada 30 Juni 2022, sementara untuk dalam negeri akan ditutup pada 31 Juli 2022.

“ Untuk beasiswa luar negeri, saya pesimistis akan mencapai target karena baru 60 orang yang mendaftar. Sementara target kita 200 orang,” jelas dia.

Oleh karena itu, dia mendorong masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk segera mendaftar BPI dalam negeri.

“Untuk dalam negeri masih ada waktu untuk memiliki Letter of Acceptance (LoA). Silahkan mendaftar, karena target kita pada tahun ini banyak sekali tapi sampai saat ini yang submit belum mencapai 1.000,” imbuh dia.

Kemendikbudristek, lanjut dia, berkomitmen untuk menjaga ketersediaan dana dan keberlangsungan program beasiswa. Informasi lebih lanjut mengenai BPI dapat mengklik beasiswa.kemdikbud.go.id.***3***

Baca juga: Anak PMI di Kinabalu dapat beasiswa ke University of British Columbia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel