Pemerintah Dorong UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menyampaikan, misi mengangkat usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi bagian dari rantai nilai global (global value chain) menjadi prioritas pemerintah. Dia mengatakan upaya tersebut sebagai bentuk dukungan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Integrasi UKM ke dalam rantai nilai global akan meningkatkan skala UKM dalam hal daya saing, lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan," ujar Mendag Zulkifli saat dalam forum group discussion, kemarin.

Terlebih lagi, jumlah UKM di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Adapun porsi UKM Indonesia mencapai 99,9 persen terhadap total jumlah usaha, menyerap 97,05 persen tenaga kerja Indonesia, dan berkontribusi terhadap PDB sebesar 61 persen.

Maka dari itu, dia mengatakan, G20 memiliki posisi strategis dalam perekonomian global. Menjadikan UMKM sebagai rantai perekonomian prioritas, Mendag Zulkifli mengingatkan bahwa tetap ada tantangan yang harus diselesaikan secara bersama untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UKM.

"UKM Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan untuk naik kelas dan menjadi bagian dari rantai nilai global," ungkapnya.

Kontribusi UMKM pada Ekspor Baru 15,69 Persen

pada ekspor baru 1569 persen rev1
pada ekspor baru 1569 persen rev1.jpg

Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan, data menunjukkan kontribusi UKM pada produk ekspor Indonesia tahun 2020 baru mencapai 15,69 persen, lebih kecil dibandingkan kontribusi UKM dari negara-negara ASEAN yang rata-rata sebesar 20 persen. Demikian juga dengan rasio partisipasi UKM Indonesia terhadap rantai nilai global yang masih di angka 4,1 persen menurut Asian Development Bank (ADB) Institute tahun 2020.

Kementerian Perdagangan, lanjut Mendag, terus berupaya untuk mempermudah dan memperluas akses pasar UKM. Sejumlah upaya yang dilakukan, diantaranya dengan meningkatkan akses pasar dengan cara membuka “Jalan Tol” berupa perjanjian perdagangan bebas seperti Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang memberikan peluang bagi keterlibatan UKM dalam rantai nilai global.

Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan produk UKM melalui pelatihan dan pendampingan menjadi eksportir yang handal dan berdaya saing, serta mempromosikan produk-produk UKM Indonesia ke seluruh dunia dan perusahaan multinasional.

"UKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan cikal bakal usaha yang besar juga harus didukung dengan kebijakan dan fasilitas yang tepat. Hal tersebut diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UKM," urai Mendag Zulkifli. [bim]