Pemerintah Filipina Tepis Kabar Palsu soal Lockdown Total

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Filipina menepis informasi penguncian wilayah atau lockdown total akibat merebaknya virus corona COVID-19. Juru Bicara Kepresidenan, Karlo Nograles menyebut bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

"Seperti yang saya katakan dalam konferensi pers kami kemarin, negara kita menghadapi ancaman nyata yang dapat dimengerti menyangkut rakyat kita, dan menyebarkan desas-desus yang belum diverifikasi ini berkontribusi pada kecemasan yang tidak perlu dan kepanikan yang tidak perlu," kata Nograles dilansir dari pna.gov.ph, Minggu (9/1/2022).

Nograles merujuk pada video yang dibagikan melalui pesan pribadi dan media sosial. Dalam video tersebut seorang laki-laki menyarankan masyarakat untuk membeli persediaan penting karena pemerintah sedang mempertimbangkan penguncian wilayah atau lockdown secara total. Ia pun menepis kabar tersebut.

Nograles menjamin bahwa pasokan bahan pangan pokok, termasuk beras dan kebutuhan lainnya cukup untuk tiga bulan ke depan. Ia mengklaim, hal ini berdasarkan informasi dari Departemen Pertanian (DA) Filipina.

"Cukup sampai musim panen berikutnya pada April," ucap Nograles.

Nograles mengungkapkan, banyak rumor yang tidak berdasar terus dibagikan di media sosial. Padahal, kata dia, pemerintah terus menekan angka penyebaran COVID-19.

"Sementara kami mendorong masyarakat untuk terus mendapat informasi tentang perkembangan terbaru dalam pertempuran kami melawan COVID-19, kami meminta semua orang untuk mendapatkan berita dan informasi mereka dari sumber yang kredibel, menolak disinformasi, dan berkontribusi positif dalam upaya kami untuk menghentikan penyebaran COVID- 19. Salah satunya dengan mematuhi standar kesehatan masyarakat minimum dan vaksinasi untuk melindungi diri kita sendiri, keluarga kita, dan komunitas kita," kata Nograles.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel