Pemerintah Gandeng Swasta Demi Percepat Digitalisasi UMKM Perempuan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah dengan pihak swasta seperti perusahaan Sampoerna terus bersinergi antara lain dalam mendorong pemberdayaan UMKM perempuan termasuk melalui peningkatan digitalisasi usaha.

"Kita terus mendorong UMKM agar go digital, dan target kita di 2024 adalah 30 juta UMKM sudah go digital. Saat ini baru sekitar 15,9 juta UMKM yang sudah terhubung ke ekosistem digital, atau sekitar 24 persen. Angka ini tumbuh 99 persen jika dibandingkan pada awal 2020 atau sebelum pandemi," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dikutip dari Antara, Kamis (7/10/2021).

Melalui rangkaian kegiatan Semangat dan Aksi Perempuan Andalan (SAPA) untuk Indonesia, Sampoerna menghadirkan pakar dan pembuat kebijakan untuk memberikan keterampilan praktis bagi pelaku UMKM serta mendiskusikan langkah menuju pemberdayaan UMKM perempuan.

Menurut Teten, pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja para perempuan pengusaha berskala mikro, kecil, dan menengah, salah satunya melalui upaya digitalisasi.

Pembicara lainnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan peran Pemerintah mendukung UMKM serta peranan perempuan dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Pemerintah memberikan alokasi anggaran senilai Rp95,13 triliun yang dimanfaatkan antara lain untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), perluasan kredit modal kerja, restrukturisasi dan penjaminan kredit UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro, dan fasilitas lainnya," ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, UMKM menyerap Rp 32,72 triliun, lebih dari separuh dari realisasi program PEN senilai Rp61,62 triliun. Khususnya, pada kategori KUR super mikro di mana lebih dari 90 persen penerima manfaatnya adalah perempuan.

Menko Perekonomian juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan guna membekali UMKM dengan akses pasar, akses finansial, dan akses teknologi dengan pemberdayaan maupun pendidikan.

"Semoga kita bisa mendorong semangat UMKM perempuan untuk bangkit, maju bersama, menjadi UMKM yang tangguh dan dapat naik kelas," kata Airlangga.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kembangkan UMKM

ilustrasi UMKM | pexels.com/@thatguycraig000
ilustrasi UMKM | pexels.com/@thatguycraig000

Direktur Urusan Eksternal Elvira Lianita mengungkapkan komitmen berkelanjutan Sampoerna dalam mengembangkan UMKM, khususnya UMKM perempuan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Ia mengambil contoh besarnya peran perempuan pada komunitas toko kelontong binaan Sampoerna Retail Community (SRC).

Berdasarkan data Sampoerna, dari 150.000 toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC), 57 persennya adalah milik perempuan. Sementara pada Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang telah membina lebih dari 54.500 UMKM, lebih dari 50 persen digerakkan atau dimiliki oleh perempuan.

"Setiap hari kami berinteraksi dengan pelaku UMKM dan hal ini memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan yang mereka hadapi. Melalui SRC kami membina dan membangun sebuah komunitas yang terdiri dari 150.000 toko kelontong. Lebih dari 60 persen toko kelontong tersebut dimiliki dan dikelola oleh perempuan, dengan lebih dari separuh di antaranya merupakan pencari nafkah utama keluarga mereka," kata Elvira.

Lebih jauh, Elvira menjelaskan bukti nyata pelaku UMKM perempuan untuk memberdayakan komunitas sekitarnya. Hal itu terwujud pada inisiatif Pojok Lokal SRC yang mengajak para anggotanya untuk mendedikasikan porsi tokonya untuk memajang dan menjual produk lokal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel