Pemerintah Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng dan Telur Ayam, Cek Harganya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka stabilisasi kenaikan harga minyak goreng, pemerintah menggelar 11 juta liter operasi pasar di seluruh Indonesia. Selama ooperasi pasar berlangsung, minyak goreng dijual Rp 14 ribu per kemasan dari harga yang beredar saat ini.

Operasi pasar tersebut tidak hanya dilakukan di pasar tradisional, tetapi di sejumlah minimarket.

"Ini ada di minimarket dan kami dorong juga untuk di pasar-pasar tradisional," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Capaian Program Kerja Kemenko Bidang Perekonomian Tahun 2021, Jakarta, Kamis (30/12).

Program operasi pasar ini kata Airlangga telah berjalan hingga 35 persen. Salah satunya di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor yang dihadirinya Rabu (30/12) kemarin. Dia menyebut program ini pun diminta untuk dilanjutkan untuk membantu masyarakat mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

"Ini juga arahan Bapak Presiden untuk terus dilanjutkan," katanya.

Tak hanya minyak goreng, harga telur ayam juga mengalami kenaikan. Saat ini per kilogramnya dijual Rp 29.000 sampai Rp 32.000. Kenaikan ini kata dia setelah beberapa bulan lalu mengalami harga yang anjlok.

Kenaikan harga telur ini kata Airlangga ada hubungannya dengan pembelian telur oleh Kementerian Sosial untuk kembali dibagikan kepada masyarakat penerima program bantuan dari pemerintah.

"Terima kasih Menteri Sosial yang juga sudah menyerap ayam dan telur untuk bantuan sosial," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Operasi Pasar Telur Ayam

Pekerja menimbang telur ayam di salah satu peternakan kawasan Pengasinan, Bogor, Selasa (28/12/2021). Menurut peternak setempat, dua hari terakhir harga telur ayam ras di tingkat peternak mulai mengalami penurunan dari Rp30 ribu menjadi Rp28 per kilogram. (merdeka.com/Arie Basuki)
Pekerja menimbang telur ayam di salah satu peternakan kawasan Pengasinan, Bogor, Selasa (28/12/2021). Menurut peternak setempat, dua hari terakhir harga telur ayam ras di tingkat peternak mulai mengalami penurunan dari Rp30 ribu menjadi Rp28 per kilogram. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kenaikan harga ini kata dia tidak perlu dikhawatirkan masyarakat. Sebaliknya dia ingin memberikan ruang kepada para peternak yang beberapa waktu lalu merugi karena harga yang anjlok.

"Ini juga memberikan kontribusi kesejahteraan bagi petani dan harga-harga sendiri akan relatif akan terkendali pasca natal tahun baru," kata dia.

Meski begitu pemerintah juga tetap melakukan operasi pasar. Dalam operasi pasar tersebut, harga telur ayam dijual Rp 25.000 per kilogram.

"Memang terjadi kenaikan namun berdikari juga melakukan operasi pasar dengan telur ayam dengan harga Rp 25 ribu (per kilogram)," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel