Pemerintah Harap Swasta Ikut Percantik Bandara Komodo Labuan Bajo

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meminta swasta turut berinvestasi mengembangkan infrastruktur transportasi. Salah satunya Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pengembangan bandara ini masih menggunakan APBN. Tentu ke depan kita harapkan investor swasta turut mengembangkan bandara ini agar lebih baik dan lebih kompetitif," kata Menhub Budi Karya saat mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan perluasan Bandara Komodo, Kamis (21/7).

Menhub menyampaikan Bandara Komodo merupakan gerbang transportasi udara di Pulau Flores, NTT, yang secara konsisten terus dilakukan pengembangan.

Perluasan bandara yang menempati wilayah seluas 114,1 hektare ini dilakukan guna mendukung potensi wisata di daerah yang menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata 'Bali Baru'.

"Saat ini Bandara Komodo melayani pesawat jet narrow body. Panjang runway saat ini 2.650 meter, jika ditambah 100 meter akan bisa didarati pesawat wide body dan bisa menjangkau banyak negara," ujarnya.

Selain memperpanjang landasan pacu (runway), juga dilakukan perbaikan gedung terminal seluas 1.500 m2 berkonsep tradisional atau kearifan lokal dengan motif songke mata ayam, namun tetap ada sentuhan modern.

Jokowi Target Tahun Depan Bandara Komodo Bisa Didarati Pesawat Badan Lebar

tahun depan bandara komodo bisa didarati pesawat badan lebar
tahun depan bandara komodo bisa didarati pesawat badan lebar.jpg

Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas yang ada di wilayah Labuan Bajo seperti perpanjangan landasan pacu (runway) dan perluasan terminal penumpang di Bandara Komodo.

Kepala negara mengatakan, bahwa perluasan terminal penumpang itu harus terus dilakukan mengikuti jumlah wisatawan yang terus meningkat.

"Fasilitas yang kurang terus akan kita perbaiki. Ini Bandara Komodo, terminal sudah diperlebar, masih kurang? Ya diperlebar lagi, kalau nanti makin penuh, makin penuh ya harus diperluas lagi," tutur Presiden Jokowi.

Saat ini, landasan pacu Bandara Komodo memiliki panjang 2.650 meter. Namun, Presiden Jokowi meminta landasan pacu dapat diperpanjang agar pesawat-pesawat dengan penerbangan langsung dari mancanegara bisa mendarat di Labuan Bajo.

"Tadi Menteri Perhubungan menyampaikan runway-nya masih kurang, kalau ditambah 100 meter sudah wide body bisa masuk, ya tambah. Kalau tidak bisa tahun ini maksimal tahun depan harus selesai, sehingga pesawat-pesawat dengan penerbangan langsung dari mancanegara bisa langsung turun di Labuan Bajo," tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi berharap dengan terus dilakukannya pengembangan fasilitas, pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Labuan Bajo dapat terus meningkat.

"Kita harapkan dengan tambahannya turis baik dari mancanegara maupun wisatawan nusantara Labuan Bajo menjadi makin dikenal dan yang paling penting bisa mensejahterakan masyarakat kita utamanya khususnya masyarakat Nusa Tenggara Timur," tuturnya.

"Dengan mengucap bismillahirohmanirohim hari ini saya resmikan perluasan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo," tandas Jokowi.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel