Pemerintah impor gandum 300 ribu ton untuk alternatif pakan ternak

·Bacaan 2 menit

Pemerintah akan melakukan importasi gandum pakan sebanyak 300 ribu ton sebagai alternatif bahan baku pakan ternak di saat harga jagung yang melambung dan membebani peternak rakyat.

"Akan masuk bertahap sampai November 2021 sebanyak 300 ribu ton," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Sampai dengan minggu pertama September 2021, kata Oke, sudah dilakukan importasi sebanyak 126 ribu ton gandum pakan. Gandum tersebut akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan pabrik pakan ternak anggota Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT).

Baca juga: Legislator sarankan pakan ternak gandum atasi tingginya harga jagung

Oke menyebutkan saat ini stok jagung yang ada di gudang perusahaan pakan ternak mulai menipis, yaitu yang normalnya tersedia stok jagung untuk 60 hari kini hanya tersedia untuk kebutuhan 44 hari.

Dia juga menyebutkan sampai saat ini harga pakan ternak cukup tinggi yaitu sekitar Rp8.000 per kg untuk ayam broiler dan Rp7.500 per kg untuk pakan ayam petelur. Harga tersebut melonjak lantaran harga bahan baku pakan yakni jagung pakan yang juga tinggi di tingkat petani yakni Rp5.700 hingga Rp6.000 per kg, jauh di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat peternak yang diatur oleh Kementerian Perdagangan sebesar Rp4.500 per kg.

Kendati melakukan importasi gandum untuk alternatif pakan, pemerintah juga tetap akan menyalurkan jagung pakan sebanyak 30 ribu ton dengan harga Rp4.500 per kg yang dikhususkan bagi peternak rakyat sebagaimana yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Baca juga: DPR sebut impor gandum naik 2 juta ton sejak impor jagung distop

Jagung pakan untuk peternak rakyat tersebut akan dipasok oleh Perum Bulog dengan terlebih dulu menyerap produksi jagung dari petani. Selisih dari pembelian jagung oleh Bulog dari petani yang berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kg dengan penjualan ke peternak rakyat seharga Rp4.500 per kg, akan diganti oleh Kementerian Perdagangan dalam rangka pengendalian stabilitas harga pangan skema Cadangan Stabilisasi Harga Pangan (CSHP).

Pengadaan jagung pakan seharga Rp4.500 per kg tersebut hanya akan diberikan pada peternak rakyat karena menjadi pihak yang paling merugi dengan kenaikan harga jagung saat ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel