Pemerintah Inggris Batalkan Perusahaan China Akuisisi Pabrik Chip

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Inggris telah memilih untuk memblokir penjualan Newport Wafer Fab ke Nexperia milik China dengan alasan keamanan nasional. Nexperia berbasis di Belanda tetapi dimiliki oleh Wingtech.

Wingtech ini merupakan perusahaan yang sebagian didukung China terdaftar di Shanghai. Nexperia menyelesaikan akuisisi Newport Wafer Fab pada tahun 2021, dan perusahaan tersebut kemudian mengubah namanya menjadi Nexperia Newport Limited, atau NNL.

"Perintah tersebut memiliki efek mengharuskan Nexperia BV untuk menjual setidaknya 86 persen NNL dalam periode tertentu dan dengan mengikuti proses yang ditentukan," kata Departemen Bisnis, Energi, dan Strategi Industri Inggris dalam sebuah pernyataan.

Nexperia awalnya memiliki 14 persen saham Newport Wafer Fab, tetapi pada Juli 2021 menaikkan kepemilikannya menjadi 100 persen.

"Kami menyambut baik perdagangan dan investasi asing yang mendukung pertumbuhan dan pekerjaan. Tetapi jika teridentifikasi risiko terhadap keamanan nasional, kami akan bertindak tegas," ujar Grant Shapps, Menteri Bisnis, Energi dan Strategi Industri dalam cuitan di Twitternya dilaporkan CNBC dan Reuters, Kamis (17/11).

Toni Versluijs, manajer Nexperia di Inggris, mengatakan perusahaan berencana untuk mengajukan banding atas keputusan pemerintah.

"Kami benar-benar terkejut. Keputusannya salah, dan kami akan mengajukan banding untuk membatalkan perintah divestasi ini untuk melindungi lebih dari 500 pekerjaan di Newport," kata dia.

Pejabat pemerintah dan anggota parlemen menyatakan keprihatinan bahwa Inggris menjual aset berharga ke perusahaan milik China pada saat kekurangan semikonduktor global, yang masih berlangsung dan diperkirakan hingga 2024.

Pembelian Newport Wafer Fab oleh Nexperia yang dilakukan pada 2021, namun pasca undang-undang terbaru mulai berlaku pada bulan Januari, pemerintah memungkinkan mengkaji kembali dan memblokir akuisisi perusahaan di sektor-sektor sensitif. [faz]