Pemerintah Inggris Gelontorkan Dana untuk Operator Sirkuit

Markus Lüttgens
·Bacaan 1 menit

Kementrian Ekonomi Digital, Budaya, Media dan Olahraga memiliki dana hingga 300 juta pounds untuk disalurkan ke tempat kebudayaan dan fasilitas olahraga yang kehilangan pengunjung.

Larangan hadirnya penonton membuat sirkuit dan lapangan olahraga sepi, yang otomatis berimbas pada pendapatan pengelola dan gaji karyawannya.

Gelontoran dana tersebut dibagi untuk MotorsportVision (operator dari Brands Hatch, Donington Park, Snetterton, Oulton Park dan Cadwell Park), British Automobile Racing Club (operator Thruxton, Croft dan Pembrey), Silverstone dan Goodwood.

Uluran tangan dari pemerintah disambut positif oleh Motorsports UK (Federasi Olahraga Motor Inggris), David Richards.

“Kami berterima kasih atas berita soal pinjaman pemerintah untuk menyokong sirkuit-sirkuit. Telah bekerja dengan kementrian selama 2020, kami menyadari bantuan mereka merupakan instrumen untuk menjaga agar olahraga motor terus beroperasi musim ini dan melindungi dari efek virus (corona) di olahraga,” ujarnya.

Baca Juga:

Ocon: Bahrain dan Abu Dhabi Bisa Berikan Renault Hasil Positif Persaingan Peringkat Tiga Sengit, Ricciardo Sebut Renault "Kuda Hitam"

Bos Prodrive tersebut menekan besarnya kontribusi olahraga motor dalam perekonomian negaranya.

“Olahraga motor adalah industri yang mempekerjakan lebih dari 40 ribu orang dan menciptakan pendapatan hingga 10 miliar pounds bagi ekonomi, dan trek balap dengan tempat tetap selalu berada di hati,” katanya.

“Kelanjutan operasi mereka sangat vital untuk kelangsungan olahraga dan, dengan perluasan, seluruh ekonomi bergantung kepada mereka. Kami akan terus fokus menangani efek krisis dan melakukan apa yang bisa untuk memastikan olahraga ini pulih lebih baik dari tantangan ini.”

Seperti di negara lain, olahraga motor awalnya ditunda di Inggris akibat pandemi Covid-19, Maret silam. Kemudian setelah dimulai lain, ternyata tak satu pun penonton boleh masuk sirkuit. Kemudian trek ditutup kembali karena lockdown kedua.