Pemerintah Inggris Setujui Visa Pesepakbola Wanita Asal Afghanistan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Inggris telah menyetujui visa untuk sekelompok pesepakbola wanita muda dari Afghanistan.

Dilansir Sky News, (10/10/2021), para perempuan itu awalnya melarikan diri ke Pakistan, karena takut akan nyawa mereka setelah negara jatuh ke tangan Taliban pada bulan Agustus. Dari sanalah para wanita itu mengatakan kepada Sky News bahwa mereka sangat ingin menemukan keselamatan di Inggris.

Pada saat itu, mereka memiliki waktu setidaknya kurang dari seminggu tersisa pada visa Paktistan mereka dan takut yang mungkin terjadi di kemudian hari jika mereka dipaksa untuk kembali ke Afghanistan, di mana Taliban telah melarang anak perempuan bermain sepak bola.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ucapan Terima Kasih

(twitter.com/gardsmeister)
(twitter.com/gardsmeister)

Narges, 18, mengatakan "Satu-satunya hal yang kita semua tahu adalah bahwa kita tidak ingin kembali ke Afghanistan lagi."

Remaja itu ditanya, apakah ada pesan untuk pemerintah Inggris, remaja itu pun menambahkan, "Jika anda dapat menerima kami, kami akan sangat senang bahwa kami dapat tinggal di Inggris dan menjadikan Inggris sebagai negara tuan rumah bagi kami."

"Satu-satunya hal yang kami inginkan dari pemerintah anda dan lembaga kemanusiaan anda adalah menemukan negara tuan rumah bagi kami untuk membantu kami menjadi bahagia lagi dan hidup kembali, untuk membuat kehidupan baru dan menjadi pemain sepak bola yang baik di masa depan."

Pada Sabtu malam, ia bersama rekan setimnya Sabrina, mengatakan "hidup kami telah diselamatkan dan kami sangat berterima kasih kepada semuanya. Terutama untuk upaya dari teman baru Inggris kami Siu-Anne Marie Gill dari ROKIT Foundation untuk membuat kita semua tetap terinspirasi, sangat sulit untuk percaya bahwa Inggris akan berjuang untuk menyelamatkan hidup kita."

Keputusan Pemerintah Inggris

Pasukan khusus Taliban tiba di dalam Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan militer AS, di Kabul, Afghanistan, Selasa (31/8/2021).  Taliban menguasai penuh bandara internasional Kabul pada Selasa, setelah pesawat AS meninggalkannya landasan pacu. (AP Photo/Khwaja Tawfiq Sediqi)
Pasukan khusus Taliban tiba di dalam Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan militer AS, di Kabul, Afghanistan, Selasa (31/8/2021). Taliban menguasai penuh bandara internasional Kabul pada Selasa, setelah pesawat AS meninggalkannya landasan pacu. (AP Photo/Khwaja Tawfiq Sediqi)

Gill berkata, "kami mengetahui, Jum'at kemarin bahwa pemerintah Inggris telah memberikan wewenang kepada Tim Sepak Bola Junior Wanita Nasional Afghanistan untuk datang ke Inggris."

"Ini adalah berita fantastis, dan kami sangat berterima kasih kepada Perdana Menteri Boris Johnson dan Menteri Dalam Negeri Priti Patel atas keputusan yang menyelamatkan jiwa ini."

"Ini merupakan perjalanan panjang yang dimungkinkan oleh Perdana Menteri Paksitan, Imran Khan, Federasi Sepak Bola Pakistan, Group ROKIT Jonathan Kenderick, Football for Peace, Klub Sepak Bola Leeds United dan mantan Kapten Sepak Bola Wanita Afghanistan Khalida Popal. Seperti dalam sepak bola, ini adalah upaya tim di mana setiap pemain memiliki peran penting."

"para olahragawan muda ini bersama keluarga mereka sangat senang telah diberi kesempatan kedua dalam hidup disini, di rumah sepak bola."

"Langkah selanjutnya adalah menempatkan mereka di rumah baru mereka. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mendukung mereka dalam proses ini, dan komunitas yang menyambut mereka."

Penulis : Azarine Natazia

Infografis Kejatuhan dan Kebangkitan Taliban di Afghanistan

Infografis Kejatuhan dan Kebangkitan Taliban di Afghanistan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Kejatuhan dan Kebangkitan Taliban di Afghanistan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel