Pemerintah Ingin 144 Juta Angkatan Kerja Sejahtera di Masa Tua

Merdeka.com - Merdeka.com - Indonesia kini diuntungkan dengan bonus demografi, di mana 70 persen atau sekitar 144 juta orang angkatan kerja berada dalam usia produktif. Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh angkatan kerja tersebut nantinya bisa sejahtera di masa senjanya pasca purnabakti.

"Bila disiapkan dengan baik, ini (angkatan kerja produktif) jadi potensi besar untuk percepat pembangunan ekonomi. Sehingga angkatan kerja itu bisa sejahtera sebelum tua," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (30/10).

Untuk pelaksanaannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022, tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Dalam aturan ini, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kemendikbud Ristek ditugasi untuk membawahi pendidikan vokasi, dengan leading sector berada di bawah Kemnaker.

"Pendidikan maupun pelatihan vokasi perlu saling melengkapi kebutuhan industri. Juga bisa terhubung dengan sistem informasi pasar tenaga kerja. Ini dikuatkan oleh para pelaku industri, dan tentunya perlu disosialisasikan lebih luas agar industri bisa membiayai pelatihan para pekerjanya, atau dirikan Vokasi," imbuhnya.

Menurut dia, tantangan ke depan buka hanya berlaku bagi para pencari kerja saja, tapi semua orang. Sehingga pendidikan kerja sepanjang umur harus terus dilakukan, agar kompetensi pekerja tidak lekang dimakan waktu.

"Bila pendidikan sepanjang umur atau sepanjang hayat, pelatihan vokasi yang merupakan reskilling dan upskilling secara terus menerus jadi upaya jaga keseimbangan antara pekerja, dan jadi kebutuhan saat ini dan masa depan. Karena dunia kerja berubah terus, jadi belajarnya juga harus seumur hidup," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]