Pemerintah Jamin Jalan Akses Pelabuhan Patimban Bebas Macet

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah target menyelesaikan konstruksi Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat pada 2027. Selain membangun dermaga, sejumlah akses menuju pelabuhan terus diperbaiki agar jalan menuju tempat tersebut jadi bebas hambatan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini telah tersedia beberapa ruas akses menuju Pelabuhan Patimban. Seperti melalui jalan raya Pantura hingga akses Tol Trans Jawa.

"Kita tentu pastikan bahwa akses menuju Patimban ini menjadi lebih baik. Dimana jalan raya Pantura kita sudah membuat jalan menuju akses Patimban sepanjang 8,2 km. Dan juga tol dari Tol Cipali akan dibuat jalan sepanjang 37 km," paparnya saat berdiskusi dalam webinar bersama Liputan6.com, Senin (16/11/2020).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Agus H Purnomo, melaporkan jalan akses khusus dari Pantura hingga Pelabuhan Patimban saat ini hampir selesai 100 persen.

Kemudian nanti juga akan tersedia akses tol dari pintu tol exit Dawuan yang berjarak sekitar 55-60 km, ditambah jalan masuk ke dalam pelabuhan sepanjang 8 km.

"Jadi nanti ada jalan Tol Cipali, nanti akan dibangun jalan tol dari exit ke km kira-kira sekitar Km 89, langsung ke Patimban. Insya Allah ini dalam waktu dekat akan dikerjakan," jelasnya.

"Jadi nanti kendaraan dari jalan Pantura masuk berputar langsung ke pelabuhan. Jadi dari akses Pantura sampai ke dalam pelabuhan itu bebas hambatan," ujar dia.

Selain jalan raya Pantura dan tol, nanti juga akan turut tersedia jalur kereta api menuju Pelabuhan Patimban. "Selain jalan tol, juga nanti akan ada akses jalan kereta sampai dermaga. Jadi langsung dibangun di dalam pelabuhan," tandasnya.

Ekspor Mobil dari Pelabuhan Patimban Ditargetkan Mulai Desember 2020

Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan jalan akses ke Pelabuhan Patimban sepanjang 8,2 km. (Dok Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan jalan akses ke Pelabuhan Patimban sepanjang 8,2 km. (Dok Kementerian PUPR)

Pemerintah memproyeksikan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, bisa mulai digunakan untuk melakukan ekspor/impor dan distribusi otomotif termasuk mobil pada Desember 2020.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Pelabuhan Patimban direncanakan dapat rampung secara menyeluruh pada 2027. Sehingga bisa mendongkrak kegiatan perekonomian di Jawa Barat dan sekitarnya.

"Kita harapkan industri yg berkembang di Jawa Barat dan Jawa Tengah menggunakan Patimban sebagai pelabuhan utama untuk melakukan ekspor/impor dan distribusi ke seluruh Indonesia. Dan tentu akan dapat membuat perekonomian di jabat berkembang, bahkan secara nasional berikan alternatif bagi ekspor/impor barang," tuturnya dalam webinar bersama Liputan6.com, Senin (16/11/2020).

Menurut dia, lokasi Pelabuhan Patimban strategis untuk mendukung perkembangan sektor industri otomotif yang bertebaran di sekitar Karawang, Jawa Barat. Dengan adanya Patimban, itu akan berikan kemudahan bagi industri otomotif untuk melakukan ekspor/impor.

Secara umum, ia meneruskan, Pelabuhan Patimban diharapkan dapat menyelesaikan sejumlah pekerjaan pada akhir 2020. Termasuk terminal peti kemas dan terminal kendaraan (car terminal).

"Saat ini Patimban akan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang Insya Allah Desember bisa digunakan. Yaitu peti kemas 35 ha, atau untuk kapasitas 250 ribu TEUs per tahun," jelasnya.

"Dan untuk kendaraan sebesar 25 ha dengan kapasitas mobil 218 ribu CBU," dia menambahkan.

Menteri Budi menyatakan, kondisi ini jelas memberikan suatu pergerakan baru bagi dunia logistik. Secara jarak pengiriman juga akan terpangkas dibanding sebelumnya yang harus jauh-jauh ke Riau.

"Ini tentu harapannya Desember kita gunakan pertama kali untuk car terminal, untuk lakukan ekspor/impor mobil, dan distribusi mobil ke seluruh Indonesia," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: