Pemerintah Jepang serahkan delapan unit ambulans untuk PON Papua

·Bacaan 1 menit

Pemerintah Jepang mendonasikan 15 unit mobil ambulans untuk Provinsi Papua dan Papua Barat dan delapan di antaranya akan digunakan untuk mendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Papua 2021.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Profesor Abdul Kadir mengatakan delapan unit ambulans tersebut akan tersebar di empat klaster penyelenggaraan PON Papua yakni, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Merauke.

"Delapan unit mobil ambulans sudah bergerak dan dijadwalkan sudah tiba di Papua pada 10 September 2021," kata Abdul Kadir dalam acara pelepasan ambulans ke Provinsi Papua dan Papua Barat secara virtual, Kamis.

Baca juga: PON Papua dan ekspos protokol kesehatan

Sementara itu untuk tujuh ambulans akan dikirim pada tahap kedua dan rencananya dikirim pada Oktober 2021.

Ketujuh mobil tersebut tipe 4WD karena digunakan sebagai penunjang layanan kesehatan daerah pedalaman dan terpencil yang sulit diakses moda transportasi biasa untuk Papua dan Papua Barat.

Untuk wilayah Papua meliputi Kabupaten Supiori, Sarmi, dan Biak Numfor. Sedangkan untuk Papua Barat yakni Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama, serta Raja Ampat.

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi berharap ambulans dapat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat Papua dan Papua Barat.

"Saya juga mendengar ambulans akan digunakan untuk PON Papua. Seperti diketahui, Olimpiade Tokyo baru saja bergulir dan Paralimpiade Tokyo sedang berlangsung. Walaupun ada pandemi COVID-19, saya percaya PON Papua dapat berjalan dengan sukses," kata Kenji Kanasugi.

Baca juga: Panglima ingatkan kesehatan masyarakat Mimika sukseskan PON XX Papua
Baca juga: Panitia jabarkan protokol kesehatan ketat untuk peserta PON XX Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel