Pemerintah Jual Obligasi Rp7,5 Triliun

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menjual obligasi atau surat utang negara (SUN) sebesar Rp7,5 triliun untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan APBN 2012.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Yudi Pramadi dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan, pemerintah menjual obligasi negara melalui lelang lima seri SUN pada Senin (12/11).

"Lelang dilakukan melalui sistem lelang Bank Indonesia di mana total penawaran yang masuk mencapai Rp28,94 triliun," sebut Yudi Pramadi.

Jumlah penawaran yang masuk untuk SUN seri SPN03130213 sebesar Rp4,05 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 4,28 persen dan terendah 3,69 persen. Pemerintah memenangkan sebesar Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,73 persen dan imbal hasil tertinggi yang dimenangkan sebesar 3,78 persen. SPN03130213 (penerbitan baru) dengan pembayaran bunga secara diskonto itu akan jatuh tempo 13 Februari 2013.

Jumlah penawaran untuk SPN12131113 sebesar Rp2,56 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 5,0 persen dan terendah 4,53 persen. Pemerintah memenangkan sebesar Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,61 persen, imbal hasil tertinggi yang dimenangkan sebesar 4,66 persen. SPN12131113 (penerbitan baru) dengan pembayaran bunga secara diskonto itu akan jatuh tempo 13 November 2013.

Jumlah penawaran masuk untuk seri FR0066 sebesar Rp5,12 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 5,44 persen dan terendah 5,06 persen.

Pemerintah memenangkan sebesar Rp1,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,16 persen, imbal hasil tertinggi yang dimenangkan 5,19 persen, tingkat kupon 5,25 persen. Seri FRO066 (penjualan kembali) itu akan jatuh tempo pada 15 Mei 2018, pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Mei dan 15 November.

Penawaran masuk untuk FR064 sebesar Rp9,34 triliun, dengan imbal hasil tertinggi yang masuk 6,38 persen dan terendah 5,97 persen. Pemerintah memenangkan sebesar Rp1,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,0 persen, tingkat kupon 6,13 persen. Seri FR0064 (penjualan kembali) ini akan jatuh tempo pada 15 Mei 2028, pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Mei dan 15 November.

Sementara penawaran untuk FR0065 mencapai Rp7,81 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 6,44 persen dan terendah 6,28 persen. Pemerintah memenangkan sebesar Rp1,15 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,33 persen, imbal hasil tertinggi dimenangkan sebesar 6,34 persen, tingkat kupon 6,63 persen.

Seri FRO065 (penjualan kembali) itu akan jatuh tempo pada 15 Mei 2033. Pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Mei dan 15 November.

Jumlah dimenangkan sebesar Rp7,5 triliun itu lebih besar dari jumlah indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp5 triliun.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...