Pemerintah Kabupaten Bandung amankan jalur alternatif mudik ke Garut

·Bacaan 1 menit

Pemerintah Kabupaten Bandung di Provinsi Jawa Barat mengamankan dua jalur alternatif mudik yang kerap dilalui warga untuk menuju ke Kabupaten Garut, yakni Jalur Kamojang dan Jalur Cijapati.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa aparat keamanan mesti siaga di dua jalur alternatif tersebut untuk memastikan para pemudik bisa lewat dengan aman.

"Apalagi di malam hari, tim gabungan atau pasukan harus siap siaga di jalur-jalur perbatasan yang rawan untuk memberikan rasa nyaman kepada para pemudik Lebaran," kata Dadang di Bandung, Rabu.

Menurut dia, sebanyak 212 personel dari organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung telah disiapkan untuk mengamankan jalur-jalur mudik dari tujuh hari sebelum sampai tujuh hari sesudah Lebaran.

Personel dari organisasi perangkat daerah, ia melanjutkan, akan ditempatkan di jalur-jalur yang dilewati oleh pemudik termasuk Jalur Kamojang dan Jalur Cijapati.

"Pengaman arus mudik dan balik Lebaran juga melibatkan para relawan, di antaranya dari anggota Pramuka, Karang Taruna, KNPI, ormas," kata Dadang, menambahkan, ada 11 pos pengamanan mudik yang disiapkan di wilayah Kabupaten Bandung.

Bupati mengatakan bahwa Kabupaten Bandung merupakan salah satu tempat perlintasan pemudik yang hendak menuju ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kondisi yang demikian menuntut pemerintah kabupaten untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk kewaspadaan terhadap peningkatan risiko penularan COVID-19.

Bupati menganjurkan warga yang hendak mudik menjalani vaksinasi penguat untuk meminimalkan risiko penularan virus corona penyebab COVID-19.

"Bagi yang belum divaksin, wajib tes antigen sebelum keberangkatan mudik menuju kampung halaman," katanya.

Baca juga:
Polda Jatim fokus awasi empat jalur pemudik
Kemenhub proyeksikan 20 persen pemudik lewat jalur selatan Jawa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel