Pemerintah Klaim Kelompok Menengah Tak Terkena Imbas Kenaikan Harga BBM

Merdeka.com - Merdeka.com - Masyarakat yang masuk dalam kelompok menengah menjadi yang rentan terimbas akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pendapatan mereka yang belum sepenuhnya pulih harus berhadapan dengan kenaikan harga-harga akibat naiknya harga bensin.

Meski begitu, Pemerintah mengklaim masyarakat kelas menengah tidak akan terdampak. Sebaliknya, mereka akan tetap mendapatkan manfaat dari perekonomian yang bergerak setelah pemerintah memberikan subsidi kepada 20,65 juta rumah tangga kelompok miskin.

"Kelompok menengah betul ini dapat manfaat dari gerak ekonomi yang disokong harga energinya stabil," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam talkshow bertajuk Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Jakarta, Senin (5/9).

Ekonomi yang stabil dan bergerak melanjutkan tren pemulihan memberikan manfaat bagi masyarakat kelas menengah atas. Sebab ada kegiatan ekonomi yang terus berlangsung, baik di sektor perdagangan industri, manufaktur hingga aktivitas logistik.

"Dan semua ini menggeliat jadi ini akan bisa dinikmati semua," kata Suahasil.

Di sisi lain, pemerintah memberikan bantuan sosial bagi masyarakat kelas menengah bawah. Bagi pekerja dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta akan mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600.000.

"Kelompok menengah desil 4 ini kan banyak pekerja dengan gaji. Makanya di desain BSU dengan gaji Rp 3,5 juta maksimal per bulan," kata dia.

Subsidi untuk kalangan menengah bawah ini akan diberikan berdasarkan kepesertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan. Artinya mereka yang selama ini membayar iuran akan mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp 600.000 dalam sekali pembayaran.

"Diberikan BSU ini untuk mendorong pekerja mandiri atau pekerja penerima upah ikut BPJS Ketenagakerjaan, dan ini terbukti mampu membantu menjaga daya beli kelas menengah bawah," pungkasnya. [azz]