Pemerintah Klaim Kenaikan Cukai Rokok Tidak Merugikan Petani Tembakau

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan, kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok tidak memberikan dampak positif bagi para petani tembakau. Justru sebaliknya, kenaikan ini menjadi pukulan telak bagi para petani yang sejak beberapa tahun lalu sedang terguncang.

"Kenaikan cukai sebesar 10 persen merupakan pukulan telak bagi petani tembakau," kata Misbhakun kepada merdeka.com saat dihubungi, Jakarta, Jumat (4/11).

Menanggapi itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, kenaikan tarif cukai berpotensi menambah Dana Bagi Hasil (DBH) CHT dari pemerintah pusat kepada daerah penghasil cukai.

Adanya kenaikan tarif CHT ini diperkirakan bisa menambah alokasi DBH dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (DBH) menjadi Rp6 triliun dari sebelumnya hanya sekitar Rp3 triliun.

"Biasanya dalam Rp3 triliun dalam 2 tahun terakhir, ini akan meningkat di Rp6 triliun," kata Febrio saat ditemui di Hotel Swiss-Belinn, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/11).

Dari anggaran tersebut kata Febrio bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas petani tembakau. "DBH juga ini buat meningkatkan produktivitas petani," kata dia.

Beri Pelatihan Kerja

Selain itu, DBH juga bisa digunakan Pemda untuk memberikan pelatihan kerja bagi pekerja pabrik rokok. Sehingga pekerja tersebut bisa beralih profesi.

"Produktivitas ini akan kita pantau karena terbuka DBH ini bisa meningkat," kata dia.

Dia menambahkan DBH CHT juga bisa digunakan Pemda untuk menjadi bantalan yang cukup kuat untuk melakukan transisi di level industrinya. [idr]