Pemerintah kucurkan PEN di Babel Rp840 miliar

·Bacaan 2 menit

Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pemerintah telah mengucurkan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga triwulan III 2021 sebesar Rp840 miliar.

“Sampai dengan akhir Triwulan III tahun ini, dukungan APBN untuk program pemulihan ekonomi di Kepulauan Babel sudah cukup baik," kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Babel Edih Mulyadi di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan realisasi belanja Penanganan Covid-19 (PC) dan PEN hingga triwulan III 2021 sebesar Rp840 miliar dengan rincian Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp35,46 miliar yang diberikan kepada 54.401 keluarga penerima manfaat (KPM) dan bansos sembako Rp80,99 miliar kepada 404.904 kepala keluarga.

Selanjutnya, PCPEN program bansos tunai Rp53,57 miliar disalurkan kepada 178.580 KPM, prakerja Rp372,41 miliar ke 104.905 jiwa, klaim pasien Rp59,20 miliar ke 843 pasien, PKT PUPR Rp0,113 miliar, PKT Kementan Rp2,12 miliar, BPUM Rp114,86 miliar dan BLT Dana Desa Rp84,36 miliar.

Selanjutnya, isentif nakes Rp9,23 miliar kepada 1.998 orang, PKT Kemenhub Rp11,76 miliar, Pangan Kementan Rp16 miliar, BTPKLW Rp0,494 miliar, ICT RRI Rp0,494 miliar.

"Stimulus pemerintah untuk menggerakkan perekonomian ketika kontribusi konsumsi rumah tangga dan investasi melemah, dilakukan dari dua sisi sekaligus, yaitu dari sisi permintaan dan sisi penawaran," ujarnya.

Ia mengatakan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta menyelamatkan ekonomi nasional ditengah perlambatan ekonomi dan ancaman resesi akibat COVID-19 dan pemerintah menerbitkan PP 23 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional sebagai tindak lanjut Ketentuan Pasal 11 Ayat (7) Perppu 1 2020. PEN bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya.

"Secara nasional, pada 2021 pemerintah telah mengalokasikan dana senilai Rp745,9 triliun guna implementasi PEN, terbagi menjadi 5 program yaitu kesehatan Rp216,17 triliun, perlindungan sosial Rp186,64 triliun, program prioritas senilai Rp117,94 triliun, pembiayaan dukungan UMKM dan korporasi senilai Rp162,40 triliun, serta insentif usaha sebesar Rp.62,83 triliun," katanya.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel