Pemerintah Kucurkan Rp526,54 Miliar untuk Infrastruktur KTT G20 di Bali

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Andreas Dipi Patria mengatakan untuk mempercantik kawasan Nusa Dua dan fasilitas lainnya di event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, pemerintah pusat mengucurkan dana sebesar Rp526,54 miliar.

"Pemerintah sepanjang tahun ini sudah mengucurkan lebih dari Rp526,54 miliar untuk mempercantik kawasan Nusa Dua. Itu baik penataan jalan, pembangunan VVIP bandara (I Gusti Ngurah Rai), memperbaiki beberapa venue dan sebagainya," kata Andreas saat konferensi pers di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (9/11) sore.

Dia menerangkan, Bali sebelumnya selama dua tahun terakhir merupakan satu provinsi yang dilanda Pandemi Covid-19, dan mematikan semua aktivitas ekonomi. Pada saat itu Bali memiliki Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) terendah di seluruh Indonesia.

"Jadi kalau kita bikin rangking di 34 Provinsi di Indonesia, itu Bali masuk rangking ke-34 (terkhir) dengan minus 9 (persen) kalau tidak salah waktu itu," imbuhnya.

Namun setelah Pulau Bali ditunjuk sebagai tuan rumah KTT G20, maka banyak perubahan yang signifikan terjadi di Pulau Bali dan manfaatnya bagi Bali kunjungan wisatawan mancanegara, pertumbuhan ekonomi dan tingkat okupansi hotel mulai meningkat.

"Kalau kita lihat laporan dari BPS. Maka Bali sekarang termasuk provinsi pertumbuhan ekonominya cukup baik, tidak lagi terjelek di bandingkan dulu. Kalau kita lihat laporan dari PHRI, pada saat pandemi Bali tingkat keterisian hotel hanya 20 persen, dan hari ini sudah mencapai sekitaran 70 persen," katanya.

Dengan keterisian okupansi hotel 70 persen, mampu menyerap tenaga kerja di sektor pariwisata khususnya di hotel mencapai 80 persen.

"Sehingga pada saat pekerja saat pandemi dirumahkan sudah mulai aktif kembali dan ini dampaknya sangat signifikan bagi Bali," ujarnya.

Selain itu, dengan adanya KTT G20 transaksi penukaran valuta asing atau valas naik cukup tinggi di Bali yang mencapai 40 persen.

"Kedatangan orang asing datang ke Indonesia dengan memakai mata uangnya mereka juga berbelanja dan bertransaksi, sehingga mencapai 40 persen dari berbagai money changer di sini, angka transaksi di Bali," ujarnya. [cob]