Pemerintah Luncurkan Bali Kompendium dan Panduan Investasi Lestari, Ini isinya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Investasi meluncurkan Bali Kompendium dan panduan Investasi Lestari. Poin utama dalam kompendium dan panduan Investasi Lestari yaitu meningkatkan iklim investasi yang selaras dengan peningkatan kualitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian alam.

Dalam buku panduan yang diterima merdeka.com terdapat beberapa tabel indikator, salah satunya tentang pengukuran emisi. Artinya, selama menjalankan Investasi Lestari, pelaku usaha diharuskan untuk melakukan perhitungan emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas perusahaannya.

Untuk mengukur emisi terdapat tiga cakupan penilaian. Pertama, emisi gas rumah kaca langsung. Nantinya, emisi yang dikeluarkan langsung oleh perusahaan seperti pembangkit listrik, pemanasan, pendinginan, dan uap, emisi hasil produksi.

Kedua, emisi tidak langsung. Cakupan ini akan mengatur emisi yang dikeluarkan dari konsumsi dari luar perusahaan, seperti pembelian energi listrik dari PLN.

Ketiga, emisi tidak langsung lainnya. Cakupan ini yang menjadi indikator berapa jumlah emisi yang dihasilkan oleh pihak-pihak lain dalam rantai pasok perusahaan, dari hulu ke hilir, seperti emisi yang dihasilkan oleh pemasok, pengolahan limbah, dan pengolahan limbah oleh pihak ketiga.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalila mengatakan, latar belakang disusunnya Bali Kompendium karena negara-negara maju tidak ingin negara berkembang mengalami progresivitas dalam investasi.

"Ada negara-negara yang merasa berhak mengatur negara lain, seolah-olah dia lahir duluan dan dia paling mengerti," ujar Bahlil di Bali, Senin (14/11).

Dia menuturkan, pola pikir seperti itu sudah usang diterapkan pada masa perkembangan global saat ini. Dalam berinvestasi, ujar Bahlil, bukan hanya soal keuntungan yang didapatkan oleh para investor. Pertimbangan warga setempat, dampak berkelanjutan dari investasi juga menjadi variable pemerintah bersama United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) dalam merumuskan Bali Kompendium.

"Kita rumuskan arah kebijakan investasi supaya kita hargai dengan adatnya konstitusi negaranya dengan kultur negaranya," ucapnya.

Promosi Investasi Berkelanjutan

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal UNCTAD Rebeca Grynspan menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Menteri Investasi atas dukungan dan solidaritasnya terhadap negara berkembang lainnya. Rebeca menyampaikan bahwa Kompendium Bali ini memuat berbagai pengalaman yang relevan terkait promosi investasi berkelanjutan.

"Kompendium ini hadir di waktu yang tepat saat dunia berada dalam krisis, ketimpangan yang parah, dan ketidakstabilan yang kronis. Kompendium ini menawarkan solusi cerdas untuk tantangan investasi yang kita hadapi" ungkap Rebeca.

Pada kesempatan ini, Kementerian Investasi juga juga meluncurkan Sustainable Investment Guidelines (SIG)/ Panduan Investasi Lestari, yang menjadi komitmen Pemerintah Indonesia terhadap ekonomi hijau. Penyusunan Panduan Investasi Lestari ini merupakan hasil kolabarasi Kementerian Investasi/BKPM dengan Koalisasi Ekonomi Membumi, KADIN, APINDO, perwakilan dari organisasi masyarakat, akademisi, investor, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM.

Kadin Sambut Baik

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menanggapi positif peluncuran Kompendium Bali. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menilai langkah ini setidaknya dapat ditiru oleh negara-negara lain.

"Kalau kita lihat dengan adanya panduan ini akan bisa dicontoh dengan negara-negara lain," ucap Sarman di Bali, Selasa (15/11).

Dia menuturkan, dengan adanya kompendium Bali sebagai panduan investasi, justru memudahkan para investor, karena kebijakan serta strategi Indonesia dalam sebuah mengelola investasi secara detil tertuang dalam kompendium.

Tidak hanya investor asing saja yang diuntungkan, Sarman juga menilai pengusaha Indonesia juga dimudahkan jika ingin berinvestasi di luar negeri karena segala strategi dan arah kebijakan investasi di setiap negara tertuang dalam kompendium Bali.

"Sekarang Kalau masing-masing sudah punya bantuan jadi sudah enak aturan mainnya," pungkasnya. [idr]