Pemerintah Luncurkan Panduan Pendanaan Biru Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama dengan kementerian lembaga (K/L) bekerja sama meluncurkan Panduan Penyusunan Instrumen Pendanaan Biru (Blue Finance Instruments Development Guideline), untuk mempercepat serta mendukung penguatan pertumbuhan Ekonomi Indonesia.

Dalam rangka mengejar pencapaian target SDG's pada tujuan 14 kehidupan di bawah laut, dan tujuan 13 pada perubahan iklim, perlu dilakukan suatu transformasi ekonomi melalui inisiatif sektor biru yang didukung oleh pendanaan biru berkelanjutan.

"Kami menyadari kebijakan keberpihakan diperlukan, karena tantangan pendanaan di masa depan akan semakin berat. Karena itu langkah awal kita adalah memantapkan upaya pembangunan ekonomi biru dengan mempersiapkan landasan yang kokoh bagi perencanaan dan implementasi kebijakan ekonomi biru di Indonesia ke depan," ujar Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa, Jakarta, Selasa (1/11).

Saat ini, memang telah ada instrumen pendanaan berupa SDGs Bond yang dikeluarkan pada 2021, yang berhasil mengumpulkan hingga 500 juta Euro dan juga penerbitan obligasi Green Sukuk senilai USD1,2 miliar pada 2018. Dana ini telah membiayai proyek-proyek strategis di Indonesia, namun belum menyentuh sektor pembangunan kelautan yang berkelanjutan, kata dia.

"Berbagai kegiatan di sektor biru yang tertuang dalam SDGs Government Security Framework tersebut tidak mungkin dapat diimplementasikan seluruhnya hanya melalui pembiayaan dari APBN. Untuk itu diperlukan suatu pendanaan inovatif melalui instrumen pendanaan biru seperti Bonds/Sukuk, Trust Fund, Blended Financing, dan lain-lain," jelas dia.

Untuk mengembangkan suatu instrumen pendanaan biru di Indonesia diperlukan sebuah panduan yang dapat digunakan secara nasional sebagai acuan. Panduan ini dapat menjadi pelengkap dari dokumen dokumen terkait yang sudah ada, termasuk SDGs Government Security Framework.

"Kementerian PPN/Bappenas sebagai Kementerian Penjuru memiliki mandat untuk dapat menyediakan suatu dokumen strategis berkaitan dengan perencanaan dan pendanaan pembangunan, untuk itu Bappenas telah menyusun Blue Finance Instruments Development Guideline sebagai suatu dokumen panduan dalam penyusunan instrumen pendanaan biru nasional," kata Suharso.

Dirinya sangat optimis dengan suksesnya SDGs Bond atau Green Sukuk yang pernah dilakukan sebelumnya akan semakin menunjukan kepemimpinan Indonesia dalam mengawal isu-isu lingkungan hidup baik di darat dan laut serta pengembangan mekanisme pendanaannya yang inovatif dan berkelanjutan.

"Instrument yang tengah kita konkretkan panduannya ini, kami harapkan akan menjadi salah satu jawaban dalam memenuhi gap pendanaan di sektor kelautan dan perikanan di masa yang akan datang guna mencapai target pembangunan dalam kerangka SDGs dan Blue Economy," tutup Suharso. [azz]