Pemerintah Masih Bingung Soal Kenaikan harga BBM  

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta - Hingga saat ini pemerintah masih enggan memberi kepastian tentang upaya pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Meski santer terdengar pemerintah akan memilih kebijakan kenaikan harga, berapa besaran dan kapan implementasinya belum dijelaskan.

"Seperti yang sering saya katakan, keputusan harus dipertimbangkan dengan sangat matang, masyarakat pun harus siap," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa seusai membuka acara "Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia" di Hotel Borobudur pada Sabtu, 27 April 2013.

Hatta mengatakan bahwa semua opsi pengendalian masih terus didalami oleh PT Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Mengenai kemungkinan kebijakan yang diambil hanya kebijakan satu harga, Hatta enggan berkomentar banyak. "Ya, namanya didalami, semua opsi didalami. Nanti kalau sudah keluar keputusannya pasti diberi tahu," ujarnya.

Apa pun kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah, ia menyatakan, sudah diperhitungkan dampaknya terhadap fiskal anggaran. "Yang penting bagaimana ketidakadilan penggunaan BBM subsidi ini bisa dialihkan," ujarnya. "Kami terus mencari kebijakan yang terbaik."

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan ada kenaikan harga pada Mei mendatang. Opsi yang bakal dipilih kemungkinan adalah kebijakan dual price, yakni harga Rp 4.500 per liter bagi sepeda motor dan angkutan umum, dan Rp 6.500-Rp 7.000 per liter bagi kendaraan pribadi pelat hitam.

AYU PRIMA SANDI

Berita lainnya:

Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara

Sosialita Berfoto, Mulai 'Nungging' Sampai Syahrana

SBY Perintahkan Kejaksaan Eksekusi Susno

Kecelakaan Uje, Polisi Tak Tahu Kecepatan Motor

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...