Pemerintah Masih Hitung Besaran Subsidi Energi di Tahun Depan

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah masih membahas bersama DPR terkait anggaran subsidi energi tahun depan. Namun, dalam perkiraan Pemerintah, subsidi energi masih dikisaran RP 340 triliun dengan asumsi harga minyak USD 90 per barel.

"(Anggaran) tahun depan bicara dengan DPR belum selesai, subsidi yang akan disediakan masih signifikan lebih dari Rp 340 triliun dan berasumsi harga minyak kisaran USD 90 (per barel), tentu melihat ketidakpastian outlook harga minyak. Proyeksi minyak Anda tahun depan seperti apa? Ngitungnya gimana? saya pengen tahu saja," kata Sri Mulyani dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia dengan tema Normalisasi Kebijakan Pemulihan Ekonomi Indonesia pada Sesi Fiskal dan Pembangunan Daerah, Rabu (7/9).

Di Kementerian Keuangan sendiri dalam menentukan subsidi energi masih menggunakan data dari lembaga kredibel di bidang minyak terkait prediksi harga minyak mentah dunia, di antaranya International Energy Agency (IEA) hingga konsensus Bloomberg.

"Di Kemenkeu menggunakan data dari agency yang autoritatif di bidang minyak seperti International Energy Agency, mereka akan proyeksikan seperti apa dan Bloomberg konsensus, tapi paling tidak dua faktor dominan yang mempengaruhi harga minyak dan komoditas tahun depan," ujarnya.

Namun, jika outlook negara maju masuk ke dalam jurang resesi, dan permintaan minyak turun, maka ada kemungkinan harga minyak dunia diperkirakan turun alias tidak akan mencapai USD 100 per barel lagi.

"Kalau seandainya outlook negara maju itu masuk resesi tapi permintaan ke minyak turun, maka dengan turun, pressure ke harga akan diperkirakan atau diharapkan menurun. Harga tidak akan mencapai USD 100 (per barel)," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]