Pemerintah masih kaji pemberlakuan "Vaccinated Travel Lanes"

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih mengkaji keikutsertaan Indonesia dalam koridor perjalanan “Vaccinated Travel Lanes” (VTL) dengan sejumlah negara, guna memulihkan sektor pariwisata di masa pandemi COVID-19.

Vaccinated Travel Lanes merupakan konsep pariwisata yang sedang digagas beberapa negara termasuk negara di kawasan Asia Pasifik untuk pejalan atau pelancong yang sudah mendapatkan dosis lengkap vaksin dan bisa membuktikannya dengan sertifikat vaksin.

“Kajian terhadap Vaccinated Travel Lanes terus dilakukan, namun pemerintah terus memonitor tingkat kasus di berbagai negara," ujar Airlangga usai rapat terbatas evaluasi PPKM di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), menurut Airlangga, sudah memerintahkan kepada jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk memperhatikan dengan seksama ketentuan dari kunjungan wisatawan mancanegara.

Pemerintah, kata dia, akan memantau kondisi pandemi COVID-19 di sejumlah negara sebelum melakukan kesepakatan perjalanan pariwisata dengan beberapa negara.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan saat ini kasus COVID-19 di Indonesia berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan negara-negara lain.

Data yang dipaparkan Airlangga menunjukkan kasus COVID-19 di Indonesia sebanyak 1 kasus per 100.000 penduduk. Sedangkan di Thailand terdapat 89 kasus per 100.000 penduduk, Singapura 454 kasus per 100.000 penduduk, Malaysia 127 kasus per 100.000 penduduk, dan Australia 51 kasus per 100.000 penduduk.

Jika dirinci berdasarkan data terkini per 14 November 2021, kasus aktif COVID-19 di Indonesia sebanyak 9.018 kasus. Sementara penambahan kasus harian pada tanggal tersebut sebanyak 339 kasus.

Sebelumnya, Indonesia berencana melakukan kesepakatan untuk membuka koridor perjalanan bersama dengan sejumlah negara, di antaranya Malaysia. Kedua pemimpin negara yakni Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob telah melakukan pembicaraan bilateral mengenai pembukaan jalur pariwisata.

Baca juga: Indonesia-Malaysia sepakat membuka koridor perjalanan antarnegara
Baca juga: RI, Turki sepakati koridor perjalanan untuk pulihkan ekonomi
Baca juga: Pengaturan koridor perjalanan ASEAN akan segera disepakati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel