Pemerintah Masih Pertimbangkan Pengadaan Vaksin Pfizer

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan untuk melakukan pengadaan vaksin buatan Pfizer bersama dengan BioNTech.

Vaksin tersebut saat ini belum menjadi bagian dari vaksin yang akan dibeli oleh pemerintah. Sejauh ini vaksin yang sudah akan dibeli di antaranya dari China, yakni Sinovac, Sinopharm dan Cansino.

"Jadi Indonesia tentunya salah satu daripada berbagai vaksin itu dipertimbangkan, tapi kita belum memasukkan Pfizer sebagai salah satu," katanya, Selasa, 10 November 2020.

Baca juga: Cek Rekening, Subsidi Gaji Termin II Cair 2 Tahap Pekan Ini

Airlangga menyatakan, vaksin Pfizer baru akan disiapkan untuk tahap pengadaan berikutnya. Sebab, ditegaskannya, pembahasan untuk pengadaan yang sudah ada saat ini masih banyak yang perlu dibahas.

"Ini disiapkan untuk menjadi bagian berikutnya karena masih banyak yang dibahas terkait pengadaan vaksin," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut.

Sebelumnya diberitakan, calon vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh produsen obat Pfizer menunjukkan efektivitas lebih dari 90 persen. Kemanjuran ini jauh lebih baik dari yang diharapkan jika tren berlanjut.

Klaim efektivitas calon vaksin tersebut didapatkan dari 43.000 relawan yang mendapat dua dosis vaksin atau plasebo. Dari situ, ditemukan bahwa kurang dari 10 persen infeksi terjadi pada peserta yang telah diberi vaksin.

Pfizer mengatakan bahwa vaksin yang dibuat bersama BioNTech dari Jerman tersebut memiliki tingkat kemanjuran lebih tinggi dari 90 persen pada tujuh hari setelah dosis kedua. (ase)