Pemerintah Menyiapkan Anggaran PEN Rp 294,8 Triliun di 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) dan juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program PC-PEN di tahun depan masih akan fokus di penanganan kesehatan dan perlindungan masyarakat.

Untuk total anggaran PEN yang disiapkan mencapai Rp 294,8 triliun. Di mana jumlah itu terdiri dari kesehatan Rp 148,1 triliun dan perlindungan sosial masyarakat Rp 153,7 triliun.

"Jadi pemerintah tetap menyediakan utamanya untuk sektor kesehatan dan perlindungan masyarakat," kata Airlangga, dalam dialog Upaya Bersama Memutus Pandemi Covid-19 dan Membangkitkan Ekonomi, Selasa (24/8/2021).

Anggaran ini pun sangat rendah jika dibandingkan alokasi progam PC-PEN di tahun ini. Di mana, sampai dengan akhir tahun pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp744,7 triliun.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan memutuskan menambah anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) tahun ini menjadi Rp744,75 Triliun. Anggaran ini naik 6,4 persen jika dibandingkan pagu anggaran sebelumnya yang dipatok Rp699,43 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, peningkatan anggaran tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan anggaran untuk penanganan lonjakan kasus Covid-19. Peningkatan utamanya diperuntukkan untuk bidang kesehatan dan perlindungan sosial.

"Untuk program penanganan covid-19 dan PEN sekarang dengan keputusan yang tadi telah disetujui oleh Bapak Presiden (Joko Widodo) akan naik menjadi Rp744,75 triliun," katanya dalam Konferensi pers virtual, ditulis Minggu 18 Juli 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rincian

Jika dirinci alokasi anggaran terbesar masih untuk kesehatan, yakni mencapai Rp214,95 triliun. Jumlah itu naik dari anggaran yang disampaikan dalam sidang kabinet (sidkab) sebelumnya sebesar Rp193,9 triliun.

Anggaran baru itu telah menampung perkiraan tambahan untuk kenaikan klaim pasien Covid-19, penambahan rumah sakit darurat, hingga percepatan vaksinasi yang berkaitan dengan penebalan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari intercept earmark TKDD.

"Anggaran kesehatan karena ada kenaikan jumlah pasien positif covid-18 kita akan tambah anggaran bidang kesehatan lagi," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel